FOKUSRAKYAT.NET – Event Road Race POSO 2024 diwarnai kontroversi setelah Carlos Demelos dinobatkan sebagai juara di kelas underbone 130cc meski ada ketidaklengkapan administrasi saat pendaftaran.
Keputusan ini menimbulkan protes dari pembalap senior, Rezky Nike, yang akrab disapa Sugeng, yang mengajukan surat protes resmi dengan biaya sebesar Rp1 juta.
Kejuaraan yang seharusnya menjadi ajang adu cepat dan ketangkasan pembalap lokal, kini menjadi pusat perhatian akibat keputusan kontroversial dari dewan juri IMI Sulteng.
Carlos Demelos, meski tampil impresif di lintasan, didaftarkan dengan administrasi yang tidak lengkap.
Meskipun begitu, juri dari IMI Sulteng tetap meloloskannya sebagai juara.
Rezky Nike, salah satu pembalap senior yang dikenal dengan panggilan Sugeng, segera melayangkan protes resmi atas keputusan tersebut.
Dalam surat protes yang disertai biaya Rp1 juta, Sugeng menyatakan bahwa ketidaklengkapan administrasi seharusnya menjadi alasan diskualifikasi bagi Carlos Demelos.
Namun, protes ini ditolak oleh dewan juri dengan alasan kesalahan terletak pada petugas RC dari IMI.
“Sesuai aturan, masalah administrasi tidak bisa disepelekan dalam ajang balapan. Ini menyangkut integritas dan keadilan kompetisi,” tegas Sugeng.
“Junjung sportifitas dan diharuskan Carlos mendapat sanksi discualifikasi saat race tersebut,” tegasnya lagi.
Penolakan protes ini menimbulkan berbagai reaksi di kalangan pembalap dan pecinta balapan.
Banyak yang mempertanyakan keputusan dewan juri dan mengkritik petugas RC yang dianggap lalai dalam melaksanakan tugasnya.
Beberapa pembalap dan tim merasa bahwa aturan harus ditegakkan secara konsisten untuk menjaga kepercayaan dan profesionalisme dalam setiap ajang balapan.
IMI Sulteng hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi ini.
Namun, banyak yang berharap agar ke depannya, prosedur administrasi dan penilaian dapat dilakukan dengan lebih ketat dan transparan untuk menghindari kejadian serupa.
Kontroversi ini menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara balapan di Sulawesi Tengah untuk meningkatkan standar profesionalisme dan kepatuhan terhadap aturan yang ada.
Dengan demikian, event balapan dapat berjalan dengan lebih adil dan mendapatkan kepercayaan penuh dari para peserta dan penonton.































