Palu – Momen Hari Buruh Internasional (May Day) dimanfaatkan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, untuk menyuarakan isu penting: kerusakan jalan akibat aktivitas perusahaan tambang.
Dalam acara yang digelar di Kafe Tanaris, Kamis (1/5), Gubernur Anwar menegaskan perlunya keterlibatan sektor swasta dalam membangun dan merawat infrastruktur jalan yang mereka manfaatkan.
Menurutnya, banyak ruas jalan rusak parah, terutama di wilayah Watusampu dan Tompira, yang diakibatkan oleh lalu lintas kendaraan tambang yang padat dan berat.
“Hanya ada dua pilihan: bangun fly over sendiri atau bantu perbaiki jalan,” tegas Anwar, memberikan ultimatum kepada perusahaan yang lalai.
Untuk itu, gubernur mendorong penerapan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebagai solusi efisien di tengah keterbatasan anggaran.
Ia mencontohkan PT IMIP di Morowali yang telah membangun jalan nasional di kawasan Bahodopi sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Anwar menegaskan bahwa jika perusahaan tidak mau bekerja sama, pemerintah tidak segan menindak tegas.
Ia juga menyinggung soal pencemaran lingkungan, dan memastikan Pemprov telah menggandeng BMKG untuk memasang alat pemantau kualitas udara di wilayah tambang, serta mengirim satgas lingkungan guna menginventarisasi kerusakan alam.
“Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan. Kita butuh keseimbangan,” tegas gubernur.
Dengan sikap tegas ini, Gubernur Anwar Hafid ingin memastikan bahwa kemajuan industri tidak boleh dibayar mahal oleh rakyat yang tiap hari melintasi jalan rusak, atau menghirup udara penuh debu tambang.
Ia berharap para pelaku usaha sadar dan ambil bagian aktif dalam menjaga infrastruktur dan lingkungan Sulawesi Tengah.


































