Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, yang akrab disapa Cudy, kembali maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tengah 2024 bersama pasangannya, Sulaiman Agusto Hambuako (SAH).
Sebagai petahana yang hampir menyelesaikan tiga tahun masa jabatan di periode 2021-2025, Cudy akan berupaya mempertahankan posisinya dengan dukungan kuat dari partai-partai politik seperti PDIP, Hanura, Partai Buruh, Partai Ummat, dan Gelora, yang total suara sahnya mencapai 300 ribuan.
Dalam Pilgub 2020, Cudy bersama pasangannya saat itu, Ma’mun Amir, berhasil meraup sekitar 909 ribu suara, mengalahkan pasangan Hidayat-Bartholomeus.
Pada Pilgub 2024, Cudy optimis bisa mengulang kemenangan tersebut dengan dukungan yang solid dari berbagai elemen masyarakat.
Hendrik Gery Lianto, yang dikenal dengan panggilan Aceo, merupakan Dewan Pendiri dan Penasehat Relawan Cudy SAH Gotong Royong Bersatu.
Dalam pernyataannya di Jakarta pada Rabu, 4 September 2024, Aceo menegaskan pentingnya peran strategis relawan di berbagai lapisan masyarakat untuk memenangkan Cudy dan Agusto.
“Sukses berpartisipasi dengan Konser Slank Sulteng Emas membuat saya menyadari betapa masyarakat masih mengharapkan kepemimpinan yang stabil, aman, dan mampu mendorong kemajuan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan fiskal,” ujarnya.
Aceo, seorang putra Poso berusia 61 tahun, menekankan bahwa kepemimpinan yang dibutuhkan Sulawesi Tengah untuk lima tahun ke depan harus mampu mewakili keragaman wilayah, suku, agama, dan keyakinan.
Ia juga menyoroti keberhasilan Cudy dalam memimpin daerah selama tiga tahun terakhir di tengah tantangan bencana alam dan pandemi COVID-19.
“Kita harus jujur bahwa hanya Kak Cudy yang berhasil memimpin dengan baik di tengah situasi yang sulit,” tegasnya.
Aceo juga menepis berbagai isu yang menyebut Cudy tidak akan maju karena masalah kesehatan atau kurangnya dukungan partai politik.
“Putusan MK 60 menjadi titik kulminasi yang membuka jalan bagi reborn-nya duet Cudy-Agusto,” kata Aceo, sambil menambahkan bahwa mereka optimis dapat meraih kemenangan dengan persentase dukungan yang mencapai 40 persen.
Optimisme ini, menurut Aceo, didasarkan pada kombinasi kekuatan sosial, politik, dan kultural antara Cudy dan Agusto yang saling melengkapi.
“Banyak konsultan politik dan survei memprediksi kemenangan kami,” tutupnya.































