Donggala – Pemda Donggala, melalui Dinas perikanan intens bekerja menurunkan stunting dikabupaten Donggala.
Belum lama ini, dinas dibawah komando Ali Assegaf memberikan Kemasan Produk OIahan Perikanan kepada Keluarga Resiko Stunting Desa Siboang dan Bou Kecamatan Sojol.
Aksi pelayanan keluarga resiko stunting untuk Desa Siboang sebanyak 160 kepala keluarga Resiko stunting sedangakan Aksi intervensi keluarga resiko stunting Desa Bou sebanyak 217 Keluarga Resiko Stunting.
“Jenis produk olahan stunting yang di berikan kepada keluarga resiko stunting pada Desa Bou dan Desa Siboang Produk Olahan Abon Ikan, Bakso Ikan, Stik Ikan, Naget Ikan, Amplang Ikan..sebanyak 1.131 paket olahan perikanan”Kata kepala Dinasa perikanan Ali asegaf Jumat kemarin dikantornya (22/8)
“Jumlah olahan yang berikan kepada masing-masing keluarga resiko stunting tiga (3) macam produk olahan perikanan, Jumlah produk olahan perikanan Desa Bau sebanyak 651 kemasan olahan perikanan Dan Desa Siboang 480 kemasan olahan perikanan,” bebernya.
Ali menjelaskan yang menjadi Dasar pelaksanaan lokasi pelayanan keluarga resiko stunting di Desa Bou dan Siboang dikarenakan beberapa tahun ini belum dilaksanakan pelayanan keluarga resiko stunting di kecamatan sojol.
Ha ini dikarenakan jarak yang begitu jauh dari ibu kota kabupaten Donggala, Ali berharap semua lokasi stunting dapat tersentuh pelayanan untuk percepatan penurunan stunting.
“Percepatan penurunan keluarga resiko stunting Dinas perikanan melaksanakan secara terpadu sebagai tindak lanjut aksi konvergensi stunting dengan melibatkan instansi terkait misalnya kepolisian setempat personil bhabinkamkamtibmas untuk mendampingi usaha ekonomi sirkular sektor perikanan budidaya ikan dan hilirisasi olahan perikanan, tujuannya agar keluarga resiko stunting bisa mandiri dalam usaha produktif,” bebernya.
“Intervesi Keluarga Resiko Stunting wilayah pantai barat sesuai visi pemerintah kabupaten donggala yaitu Donggala sejahtera, Maju, Berdaya Saing dan Berkelanjutan, Gerakan percepatan pelayanan keluarga resiko stunting untuk mendorong masyarakat lebih meningkatkan makan ikan sebagai prioritas protein hewani omega tiga, karena hal ini memberikan kerja lapangan unutk memenuhi Indikator Kinerja,” jelasnya.
Ali menambhakan target Konsumsi ikan di tahun 2025 mencapai 80,2 Kg/Kapita/Tahun.
“Berdasarkan data dari dinas P2KB untuk sementara Target Penurunan stuting 2025 di bawah 17 persen bisa mencapai turun target nasional 14 persen,” pungkasnya.
