Donggala – Dinamika politik kembali mengguncang DPRD Kabupaten Donggala. Belum genap satu tahun memimpin lembaga legislatif tersebut, Ketua DPRD Donggala, Moh. Taufik, dikabarkan harus merelakan kursi jabatannya kepada rekan separtai dari Partai Nasdem.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pergantian posisi Ketua DPRD Donggala itu berdasarkan keputusan internal partai dan Surat Keputusan (SK) dari DPW Partai NasDem Sulawesi Tengah terkait mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
Sumber internal DPW Nasdem menyebutkan, dalam SK PAW tersebut posisi Moh. Taufik akan digantikan oleh politisi asal Balaesang, Yasin Lataka. Tak hanya itu, sumber yang sama mengungkapkan bahwa proses PAW juga menyasar sejumlah kader lainnya.
“Bukan hanya Pak Taufik saja, ada empat orang yang di-PAW. Anggota DPRD provinsi juga ada,” ujar sumber kredibel kepada wartawan, Selasa kemarin.
Informasi serupa juga diperoleh dari internal DPRD Donggala yang membenarkan adanya kabar pergantian pimpinan. Namun hingga kini, surat resmi terkait PAW tersebut disebut belum diterima pihak sekretariat dewan.
Sekretaris DPRD Donggala, Syaifullah Lagaga, saat dikonfirmasi mengenai surat PAW Ketua DPRD Moh. Taufik, menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima dokumen resmi.
“Waalaikum salam dinda, terima kasih, belum ada masuk info,” ujarnya singkat, Selasa sore.
“Besok info surat masuk,” tambahnya.
Sementara itu, Yasin Lataka yang disebut-sebut akan menempati posisi Ketua DPRD Donggala memilih memberikan jawaban singkat bernuansa religius saat dimintai tanggapan.
“Insya Allah, Surah Ali Imran ayat 26,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Surah Ali Imran ayat 26 mengandung makna bahwa Allah memberi dan mencabut kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Informasi lain yang diperoleh wartawan menyebutkan bahwa pergantian posisi Ketua DPRD Donggala ini diduga dipicu dinamika internal partai, termasuk isu adanya upaya manuver politik terhadap Ketua DPW Nasdem, Nilam Sari. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPW Nasdem Sulawesi Tengah maupun Moh. Taufik terkait kabar tersebut.
Publik kini menanti kepastian resmi terkait posisi Ketua DPRD Donggala dan perkembangan proses PAW di tubuh Partai Nasdem, yang berpotensi memengaruhi peta politik di Kabupaten Donggala.
