PALU – Manajemen PT Wadi Al Aini Membangun memberikan klarifikasi resmi guna merespons aksi unjuk rasa sekelompok massa yang mengatasnamakan warga Desa Loli Oge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Direktur perusahaan, Reza Aljufri, menegaskan bahwa seluruh operasional perusahaan berdiri di atas landasan hukum yang sah dan transparan.
Kronologi Peralihan dan Legalitas Hukum
Dalam keterangannya pada Rabu (31/12/2025), Reza menjelaskan bahwa perusahaan ini memiliki akar sejarah yang kuat dengan masyarakat lokal. Awalnya, entitas ini bernama Persekutuan Perdata Loli Munta yang mendapatkan izin eksploitasi sejak 1 Juli 2005 melalui SK Bupati Donggala Nomor 188.45/0218/DPC/2005.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan berganti nama menjadi CV Loli Munnta pada tahun 2007 berdasarkan SK Bupati Donggala Nomor 188.45/DPE/2007. Kepemilikan kemudian beralih melalui proses hukum kepada Ir. Alwi Muhammad Ali Djufri pada 4 Februari 2009 melalui akta perjanjian pelepasan hak yang sah dari para pemilik sebelumnya.
“Seluruh perizinan perusahaan telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Reza Aljufri. Saat ini, perusahaan mengantongi Izin Berusaha Berbasis Risiko dengan nomor: 91203029719260004 dengan status Clean and Clear (CNC).
Menepis Klaim Lahan dan Lokasi
Terkait tuntutan massa aksi, manajemen memberikan poin-poin klarifikasi sebagai berikut:
• Lokasi di Luar IUP: Manajemen menegaskan bahwa lokasi yang diklaim oleh para pendemo dipastikan berada di luar Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) seluas 19,12 hektar milik perusahaan.
• Keterbukaan Soal Klaim Lahan: Mengenai adanya pihak tertentu yang mengaku lahan mereka masuk dalam wilayah IUP dan belum dibayar, perusahaan menyatakan sangat terbuka untuk menyelesaikannya. Syarat utamanya adalah pihak pengklaim harus dapat menunjukkan bukti kepemilikan lahan yang sah secara hukum.
• Pemenuhan Kewajiban: Perusahaan menyatakan telah menuntaskan seluruh kewajiban finansial, termasuk pembayaran Jaminan Reklamasi (Jamrek).
Komitmen Sosial dan Tenaga Kerja
Meskipun kegiatan operasional belum berjalan sepenuhnya, perusahaan telah menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Langkah nyata yang telah dilakukan meliputi penyediaan jaringan air bersih bagi warga dan pemberian berbagai bantuan sosial lainnya.
Selain itu, PT Wadi Al Aini Membangun saat ini tengah melakukan rekrutmen tenaga kerja lokal sebagai bagian dari persiapan operasional. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang.
Reza menutup keterangannya dengan harapan agar situasi tetap kondusif. “Kami berharap polemik yang berkembang tidak memicu gejolak sosial di Desa Loli Oge,” pungkasnya.
