PALU, Fokusrakyat.net – Proyek pekerjaan Taman menuju Huntap di Tondo, di belakang kampus Untad Palu, menuai sorotan karena diduga belum rampung hingga awal Januari 2024.
Informasi yang diterima dari sejumlah sumber menunjukkan bahwa sejumlah item pekerjaan, seperti bangunan taman, pemasangan paving blok, dan pekerjaan pengecetan, belum selesai hingga Senin kemarin.
Tim investigasi yang mendatangi lokasi menemukan sisa-sisa material pekerjaan yang belum dibersihkan, menciptakan gambaran bahwa proyek ini masih dalam tahap pengerjaan.
Paling mencolok adalah ketidakberadaan papan proyek di lokasi pekerjaan, yang seharusnya menjadi tanda bahwa proyek yang bersumber dari keuangan negara sedang berlangsung.
Warga setempat yang prihatin menyampaikan bahwa sejak awal pelaksanaan proyek hingga saat ini, mereka tidak melihat adanya papan proyek yang memberikan informasi mengenai proyek tersebut.
Ini menciptakan kekhawatiran, karena proyek yang menggunakan dana publik seharusnya transparan dan dapat diakses oleh masyarakat.
Selain itu, tim investigasi juga menemukan bahwa sejumlah pekerja di lokasi proyek tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Hal ini mengundang kekhawatiran akan keamanan kerja, terutama karena proyek ini menggunakan dana publik dan dipercayakan kepada kontraktor yang telah memenangkan tender proyek pemerintah.
Dalam tanggapannya, Yusdarmin, Kabid Cipta Karya, Dinas PU Kota Palu, menyatakan bahwa proyek ini dilakukan dengan anggaran swakelola, dan untuk tahun anggaran 2023 telah selesai sesuai alokasi anggarannya.
Pembiayaan material dan sedikit biaya upah telah dialokasikan, tetapi karena masyarakat akan segera menempati lokasi tersebut, pekerjaan segera dilanjutkan dengan anggaran upah pekerja.
“Pekerjaan ini dilakukan dengan anggaran swakelola, jadi untuk tahun anggaran 2023 sdh selesai sesuai dengan alokasi anggarannya yaitu pembiayaan material dan sedikit biaya upah. Demi percepatan pembangunan karena masyarakat akan segera menempati lokasi tersebut, maka segera dilanjutkan tahap berikutnya dengan anggaran upah pekerja. Terkait dengan pekerjaan swakelola memang tidak menggunakan papan proyek, karena pembiayaan material dan upah dibayarkan terpisah,” ungkap Yusdarmin, Kabid Cipta Karya Kota Palu, saat dikonfirmasi media ini, Senin kemarin.
Terlepas dari tanggapan tersebut, masyarakat dan pihak terkait tetap menilai bahwa transparansi proyek dan keamanan kerja adalah hal yang sangat penting.
Diharapkan pihak terkait dapat segera menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan menjaga keamanan serta keterbukaan proyek untuk kepentingan masyarakat secara umum.
