FOKUS RAKYAT.NET – Sebuah penelitian yang dipimpin oleh tim di Beijing, Cina, telah mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko kebutaan di kemudian hari. Studi ini juga menemukan bahwa kondisi seperti mendengkur, insomnia, serta tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak juga terkait dengan risiko glaukoma yang lebih tinggi.
Penelitian yang melibatkan 400 ribu peserta dari Biobank Inggris ini berfokus pada orang berusia 40 hingga 69 tahun antara 2006 hingga 2010. Temuan menunjukkan bahwa orang yang mendengkur dan mengantuk di siang hari memiliki peningkatan risiko glaukoma sebesar 11%. Selain itu, insomnia dan durasi tidur pendek atau panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko glaukoma sebesar 13%.
BACA JUGA : Hari Terakhir Daftar Bacaleg di KPU Tolitoli, 3 Parpol Ini Tereliminasi, Simak Infonya?
Dalam penelitian ini, para peneliti juga menyoroti bahwa orang lanjut usia berumur 70 dan 80-an termasuk dalam kelompok yang berisiko tinggi dan membutuhkan intervensi tidur. Hal ini menegaskan perlunya perhatian khusus terhadap tidur pada populasi lanjut usia guna mencegah glaukoma dan masalah penglihatan lainnya.
Para ahli kesehatan juga menekankan pentingnya intervensi tidur dan pemeriksaan oftalmologi bagi individu yang berisiko tinggi glaukoma. Dengan melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat, risiko kebutaan dapat dikurangi secara signifikan.
Tak hanya itu, penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa masalah tidur dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, strok, gagal jantung, dan penyakit arteri. Sejumlah besar orang di Inggris dilaporkan mengalami kesulitan tidur, di mana hampir setengahnya berjuang untuk tidur setidaknya tiga malam dalam seminggu.
BACA JUGA : Soal Dana Hibah, KRAK Sulteng Juga Laporkan KONI Kota Palu ke Kejakasaan
Menurut data dari LloydsPharmacy, kurang tidur secara rutin dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit yang berpotensi mematikan, termasuk hipertensi yang tidak terdiagnosis. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya tidur yang cukup dan kualitas tidur yang baik menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan mata dan mencegah komplikasi serius lainnya.
BACA JUGA : Pimda PKN Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU Sulteng
Para peneliti berharap bahwa penemuan ini dapat memicu upaya lebih lanjut dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang efektif terkait masalah tidur dan risiko penyakit mata yang terkait. Dengan meningkatkan pemahaman kita tentang hubungan ini, diharapkan dapat mengurangi beban kesehatan yang disebabkan oleh kondisi yang dapat dicegah ini dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.***




















