Donggala, Fokusrakyat.net – Zulkifli, seorang marbot masjid yang juga bekerja sebagai honorer di dinas keuangan Kabupaten Donggala, tak pernah membayangkan bahwa ia akan menjadi anggota DPRD Donggala untuk periode 2024-2029.
Dengan tiga anak yang harus diurus, Zulkifli menjalani profesi ganda dengan penuh dedikasi.
Selain menerima gaji Rp 500,000 per bulan sebagai honorer di dinas keuangan, ia juga mengurus masjid Al Habir yang terletak persis di sebelah kantornya.
Pada pemilu 14 Februari yang lalu, Zulkifli mendaftar sebagai calon anggota DPRD dari Partai Demokrat, dan tak disangka berhasil menempati peringkat pertama dengan meraih 914 suara, mengungguli empat rekannya.
“Saya mulai mengurus masjid ini pada masa bupati Habir Ponulele. Saya tidak pernah bermimpi menjadi anggota DPRD Donggala. Cita-cita saya hanya ingin menjadi seorang PNS, tetapi tak pernah terwujud. Saya setia menjadi honorer di dinas keuangan sejak zaman bupati almarhum Adam Arjad Lamarauna,” ujar Zulkifli.
Keputusan untuk bergabung dalam partai politik datang atas ajakan dari dosen kuliahnya, Ibu Marlela, yang juga merupakan ketua DPC Partai Demokrat.
Selain itu, dorongan dari warga juga mendorongnya untuk maju sebagai calon legislatif.
“Saya tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang proses pemilihan legislatif dan konsekuensinya. Saya hanya mengalir saja mengikuti prosesnya,” tambahnya.
Meskipun secara finansial tidak mampu bersaing dalam pemilihan legislatif, Zulkifli berhasil meraih kemenangan di tujuh TPS di Kelurahan Gunung Bale dan satu TPS di Ampera, Kelurahan Kabonga Kecil.
“Berpolitik memang membutuhkan mental yang kuat. Saya merasakan guncangan yang sangat besar, terutama ketika KPU memerintahkan PSU. Namun, alhamdulillah, kuasa Allah SWT, PSU justru menambah suara saya,” cerita Zulkifli.
Baginya, apa yang dia peroleh saat ini adalah hasil dari kerja keras, kesabaran, dan ikhlas dalam melayani masyarakat.
“Alhamdulillah, Allah SWT telah menakdirkan saya menjadi perpanjangan tangan masyarakat di pemerintahan, menjadi anggota DPRD, bukan menjadi seorang PNS,” tutup Zulkifli, pria yang juga memiliki gelar Sarjana Sosial.




















