Palu – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Dr. Bambang Hariyanto, menjadi salah satu narasumber pada program Untuk Indonesia, Senin, 29 April 2024.
Dalam rangka peringatan HUT Provinsi Sulawesi Tengah yang ke-60.
Acara yang berlangsung di Warkop K2, Jl. Masjid Raya, Kota Palu tersebut, juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting.
Termasuk Gubernur Sulawesi Tengah, Kapolda Sulawesi Tengah, dan Dandrem 132 Tadulako.
Dalam paparannya, Kajati Sulteng menggarisbawahi peran penting kejaksaan sebagai penegak hukum dan pengawal keadilan dalam memastikan kelancaran investasi di wilayah tersebut.
Provinsi Sulawesi Tengah, kata dia, sebagai salah satu kontributor utama investasi bagi negara.
Mendapat perhatian khusus dari lembaga penegak hukum ini.
“Mengingat Provinsi Sulawesi Tengah menjadi salah satu wilayah penyumbang Investasi terbesar bagi negara, maka kejaksaan hadir sebagai penegak hukum dan pengawal keadilan dalam hal ini terkait Hukum untuk Investasi,” ujar Kajati Sulteng.
Lebih lanjut, Dia menjelaskan bahwa kejaksaan mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa semua aktivitas investasi berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Ini mencakup penindakan terhadap pelanggaran hukum seperti korupsi, penipuan, atau pelanggaran kontrak yang dapat merugikan investor atau merusak iklim investasi.
“Tidak hanya sebagai penegak hukum, kejaksaan juga hadir sebagai pengawal keadilan. Kami memastikan bahwa semua pihak, termasuk investor dan masyarakat lokal, diperlakukan secara adil dan setara di depan hukum,” tambahnya.
Dialog interaktif yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk berdiskusi tentang upaya-upaya konkret yang dapat dilakukan untuk memperkuat investasi dan keadilan di Sulawesi Tengah.
Kehadiran tokoh-tokoh penting dalam acara tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan investasi yang sehat dan berkeadilan bagi semua pihak.
Peringatan HUT Provinsi Sulawesi Tengah yang ke-60 ini tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan pencapaian daerah tersebut.
Tetapi juga sebagai ajang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga penegak hukum, dan masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi Sulawesi Tengah.
