Tojo Una-Una, FokusRakyat.net – Dua nelayan asal Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, yakni Hamid Sako (50) dan Abidin Bungko (55), akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat hanyut selama lebih dari 12 jam di perairan Desa Marowo, Kecamatan Ulubongka.
Kejadian dramatis ini bermula pada Kamis sore (17/7/2025), saat keduanya berangkat dari wilayah Ampana Tete menuju perairan Pulau Una-Una sekitar pukul 16.30 WITA untuk menjaga rompong (rumpon – alat bantu penangkapan ikan). Namun saat hendak kembali ke daratan pada Sabtu pagi (19/7/2025) sekitar pukul 10.30 WITA, mesin perahu ketinting yang mereka gunakan mendadak mengalami kerusakan di tengah laut.
Kondisi darurat ini sempat disampaikan keduanya kepada keluarga melalui telepon.
Mendapat kabar itu, pihak keluarga segera melaporkannya ke pihak berwenang. Satpolairud Polres Tojo Una-Una menerima laporan sekitar pukul 19.30 WITA dan langsung bergerak cepat.
BACA JUGA : Fuad Plered Jalani Sanksi Adat di Kota Palu, Polisi Lakukan Pengamanan Ketat
BACA JUGA : Bentrokan Warga di Morowali Utara, 8 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
“Kami langsung mengerahkan tim begitu menerima laporan, karena keselamatan nelayan adalah prioritas kami,” tegas IPTU Sodang Datuan, S.H., Kasat Polairud Polres Tojo Una-Una.
Pencarian dilakukan secara intensif di malam hari, melibatkan personel gabungan dan masyarakat setempat. Tim yang terdiri dari AIPDA Andi Kusnawan, S.H., BRIPKA I Gusti Ngurah A. Erawan, serta satu warga, akhirnya menemukan kedua nelayan sekitar pukul 00.10 WITA pada Minggu dini hari (20/7/2025), terombang-ambing sejauh 8 mil laut dari pesisir Desa Marowo.
Dengan menggunakan perahu mesin tempel Yamaha 15 Pk, korban dievakuasi dengan aman ke Pelabuhan TPI Ampana, dan tiba sekitar pukul 02.10 WITA.
Keduanya langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan ringan dan dinyatakan dalam kondisi stabil.
BACA JUGA : Pencurian Sarang Walet di Bambaira, Polisi Bergerak Cepat Respons Laporan Warga
BACA JUGA : Bentrok Warga Dua Desa di Morowali Utara, Empat Luka-Luka dan Satu Pondok Terbakar
IPTU Sodang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut terlibat dalam pencarian, serta mengimbau nelayan agar memastikan kondisi perahu dan mesin dalam keadaan prima sebelum melaut, serta selalu membawa alat komunikasi darurat.
“Kebersamaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam penyelamatan seperti ini. Kami bersyukur semuanya berakhir dengan baik,” tutupnya.
