Cipayung Plus Sumut Apresiasi Kinerja Pertamina Sumbagut, Dorong Ketahanan Energi & Transparansi Diperkuat

MEDAN — Aliansi Cipayung Plus Sumatera Utara, yang terdiri dari PMII, IMM, GMNI, KAMMI, dan GMKI, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM serta LPG di Sumatera Utara. Apresiasi ini diberikan atas langkah-langkah Pertamina dalam menjaga pasokan, memperkuat sistem monitoring distribusi, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para pemangku kepentingan.

Ketua PKC PMII Sumatera Utara, M. Agung Prabowo, menegaskan sektor energi memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Ketersediaan BBM dan LPG tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung terhadap transportasi, UMKM, nelayan, petani, industri, hingga pelayanan publik.

“Kami mengapresiasi upaya Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam menjaga ketahanan energi di Sumatera Utara. BBM dan LPG merupakan kebutuhan masyarakat yang berdampak langsung terhadap transportasi, UMKM, industri, nelayan, petani hingga pelayanan publik,” ujar Agung.

Meski memberikan apresiasi, Agung menegaskan mahasiswa tetap berfungsi sebagai kontrol sosial. Pertamina diharapkan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan merespons secara cepat apabila ditemukan persoalan distribusi di lapangan.

Ketua DPD IMM Sumatera Utara, Rahmat Taufiq Pardede, menilai tantangan distribusi energi di Sumatera Utara cukup kompleks. Luas wilayah dan kondisi geografis yang beragam menuntut sistem monitoring yang kuat.

“Langkah Pertamina dalam memperkuat monitoring, armada distribusi, stok, dan koordinasi lintas sektor merupakan hal positif. Yang terpenting, kebijakan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Rahmat mendorong keterbukaan informasi kepada publik, terutama ketika terjadi perubahan kondisi pasokan atau gangguan distribusi. Komunikasi publik yang cepat dan jelas dinilai penting untuk mencegah keresahan maupun penyebaran informasi yang tidak akurat

Ketua DPD GMNI Sumatera Utara, Armando Sitompul, menambahkan bahwa energi merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah. Ketika pasokan energi terjaga, mobilitas masyarakat, industri, dan perdagangan dapat berjalan lebih baik. Namun, penguatan ketahanan energi tidak boleh berhenti pada aspek ketersediaan pasokan. Pertamina juga dinilai perlu terus meningkatkan inovasi, efisiensi, keselamatan kerja, serta aspek keberlanjutan dalam pengelolaan energi.

Ketua KAMMI Sumatera Utara, Irham Saddani Rambe, menegaskan ketahanan energi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, Pertamina, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat sipil. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat terus diperkuat agar berbagai potensi persoalan distribusi dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Cipayung Plus Sumut juga menyoroti dinamika antrean BBM yang sempat terjadi di sejumlah wilayah pada Juli 2026. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat sistem distribusi dan pelayanan ke depan.

“Apresiasi bukan berarti menghilangkan kritik. Setiap persoalan yang terjadi di lapangan harus menjadi bahan evaluasi agar pelayanan semakin baik. Prinsipnya, energi harus tersedia, distribusinya lancar, tepat sasaran, dan masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal,” tegas Cipayung Plus Sumut.

Aliansi berharap Pertamina Sumbagut dapat terus meningkatkan kinerja, memperkuat komunikasi publik, dan memastikan energi dapat diakses secara aman, berkelanjutan, serta mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Sumatera Utara.(BB)

Editor (Suhirman S.Pd)

pasang iklan
error: Content is protected !!