Parimo, Fokusrakyat.net – Kecamatan Siniu, yang dulu dikenal sebagai lumbung padi warga sekitar, kini menghadapi masalah serius terkait dengan lahan persawahan yang tidak dimanfaatkan dengan baik.
Puluhan hektar lahan persawahan yang seharusnya menjadi mata pencaharian utama penduduk, saat ini terbengkalai dan tidak dikelola dengan optimal.
Saat ini, lahan persawahan yang dulunya menjadi andalan petani di Kecamatan Siniu, terbengkalai dan tidak dikelola dengan baik.
Meskipun terdapat kelompok tani di kecamatan ini, lahan mereka juga telah bertahun-tahun tidak dikelola dengan baik.
Keberadaan lahan yang ditumbuhi rumput ini seharusnya menjadi perhatian serius dari semua pihak terkait.
Sebagai respons terhadap situasi ini, jurnalis dari media ini melakukan penelusuran mendalam.
Dengan menempuh perjalanan sekitar 1000 meter menggunakan kendaraan, tim jurnalis mengunjungi lahan tersebut untuk melihat kondisi pengairan secara langsung.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sumber air melalui irigasi masih cukup tersedia.
Namun, masyarakat setempat belum memanfaatkan lahan tersebut dengan optimal.
Beberapa petani yang dijumpai menjelaskan bahwa alasan utama lahan persawahan belum dikelola adalah karena masalah irigasi.
Mereka mengklaim bahwa sistem irigasi terendam lumpur selama banjir beberapa tahun lalu.
Meskipun demikian, para petani percaya bahwa jika dikelola dengan baik, lahan tersebut memiliki potensi besar untuk menghasilkan panen yang melimpah.
Dalam situasi seperti ini, dukungan dari pemerintah, khususnya Dinas Teknis Pertanian, sangat diharapkan.
Para petani membutuhkan solusi cepat agar sistem irigasi dapat diperbaiki dan lahan persawahan dapat difungsikan kembali.
Dengan perbaikan infrastruktur yang tepat dan pendekatan yang tepat dari pihak berwenang, lahan persawahan di Kecamatan Siniu dapat kembali menjadi sumber penghidupan yang produktif, seperti masa lalu yang gemilangnya.***





















