KAPOLDA
Berita  

APH Diminta Seriusi Dugaan Korupsi Dana BOK Dinas Kesehatan, Kasat Reskrim : Perkara ini tengah Disidik

kasat reskrim
kasat Reskrim Iptu Ismail SH MH, membenarkan, perkara dugaan korupsi dana BOK sedang dalam penyidikan. (Foto Rizal)

Tolitoli, Fokus Rakyat — Terkait kasus dugaan korupsi Dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK), pada Dinas Kesehatan, yang diperuntukanya di serahkan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) saat ini lagi di dalami oleh pihak Tipikor Polres Tolitoli.

Ketua Lakpesdam NU Cabang tolitoli, Fahrul Baramuli, meminta Polres Tolitoli, untuk sungguh – sungguh dalam menangani kasus ini, karena kondisi hari ini menurut Fahrul, terkait angka stunting, mereka mendapatkan pada 2021 ada sekitar 51 bayi mengalami stunting bahkan di 2022/2023 meningkat menjadi 56 kasus. Itu pun mereka dapatkan hanya terdapat di beberapa kecamatan.

“Hal ini berbanding terbalik dengan kegunaan dana BOK. Harusnya dana BOK itu dalam melakukan penekanan terhadap kasus kasus dimasyarakat terkait masalah gizi atau malnutrisi dan lain lain. Karena dana BOK adalah dana yang digunakan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan bidang kesehatan khususnya pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat,” terang Fahrul belum lama ini, saat – saat dikonfirmasi Kamis, 25 Mei 2023.

Dijelaskannya, penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan malnutrisi. Kalau kemudian dengan besaran dana BOK yang setiap tahunnya ada diangka 10 miliaran rupiah yang di gelontorkan oleh pemerintah pusat terhadap dinas kesehatan tolitoli, yang kemudian digunakan di setiap Puskesmas.

Baca juga : Seorang Wanita Pelaku Narkoba Jenis Sabu, Dibekuk Satnarkoba Polres Tolitoli

“Dari hal ini maka tentunya menjadi wajar kalau dana tersebut diduga tidak digunakan sesuai dengan peruntukannya, bahkan di duga fiktif dalam pelaporan pertanggung jawabannya,” Pungkasnya.

Dari hal demikian maka Aktifis NU itu akan mendorong kasus tersebut, sehingga penggunaan dana BOK ke depan nya, benar benar tepat sasaran dan tidak manipulatif dalam penggunaannya. Kami juga siap melakukan supporting data terhadap kejanggalan penggunaan dana BOK di puskesmas puskesmas.

Ia, mencontohkan ada dugaan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di puskesmas puskesmas, dengan menghadirkan pemateri, tapi pemateri tersebut tidak hadir, yang anehnya ada tanda tangan untuk honor pemateri. Ini kan artinya fiktif dan tentu kami masih mendalami beberapa data tersebut. Ungkap Fahrul

“Adanya kejanggalan ini, Kami berharap pihak yang berwajib lebih serius menangani nya, karena se tahu saya , perkara ini sudah di pihak yang berwajib,” Imbuhnya.

Baca juga : Bakesbangpol Kabupaten Pasangkayu Memulai Verifikasi Dana Bantuan untuk Partai Politik Berdasarkan Hasil Pemilu 2019

Di tempat terpisah, Kapolres Tolitoli melalui kasat Reskrim Iptu Ismail SH MH, Membenarkan, Perkasa Dugaan Korupsi dana BOK sedang dalam penyidikan.

“Saat ini perkara tersebut sedang dalam penyidikan dan sejumlah orang yang terkait telah kami periksa , seperti telah di lakukan pemanggilan terhadap Kaur keuangan , PPK dan PPTK nya, ” Terang Ismail

Iya, mengatakan akan terus melakukan pemanggilan terhadap orang orang yang berkompeten di dalamnya selain juga pengumpulan barang bukti.

“Kemungkinan pihak kami akan memanggil BPK dalam melakukan perhitungan,” Pungkasnya.

(Rizal : Tolitoli)

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
Penulis: RizalEditor: Firmansyah
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!