FOKUSRAKYAT.NET – Penjabat (Pj) Bupati Morowali, Ir. H. A. Rachmansyah Ismail, M.Agr, MP mendapat apresiasi tinggi dari anggota DPRD Morowali.
Dari Partai Bulan Bintang (PBB), Aminudin Awaludin.
Aminudin menilai Rachmansyah telah bekerja maksimal dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam bidang kelistrikan.
“Mulai dari yang wajib sesuai dengan ketentuan undang-undang hingga yang tidak wajib,” kata Aminudin, yang juga Ketua DPC PBB Morowali, dalam rilisnya melalui aplikasi WhatsApp pada Kamis malam (16/5).
Menurut Aminudin, isu kelistrikan di Morowali sangat krusial karena banyak daerah masih minim pasokan listrik.
Kehadiran Pj Bupati Rachmansyah yang baru beberapa bulan memimpin Morowali, telah menunjukkan kinerja signifikan.
“Kinerja beliau nampak jelas, aliran listrik di Kecamatan Wita Ponda dan Bumi Raya sudah berhasil dipindahkan dari PLN Morowali Utara (Kodal) pada bulan November 2023. Sebagai anggota DPRD dari dapil tersebut, saya sangat mendukung upaya tersebut,” ujar Aminudin, yang sudah menjabat sebagai anggota DPRD selama empat periode.
Aminudin menegaskan bahwa berkat kinerja Rachmansyah, pasokan listrik di Morowali yang awalnya hanya 15 MW, kini meningkat menjadi 25 MW berkat tambahan daya sebesar 10 MW dari PT. IMIP.
“Pemakaian arus listrik yang dibutuhkan masyarakat Morowali sebesar 22 MW, sementara ketersediaan arus listrik kita 25 MW. Artinya kita punya kelebihan daya untuk memaksimalkan dan memback-up arus yang ada,” tegas Aminudin.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Kabupaten Morowali, melalui Pj Bupati Rachmansyah, tengah menyiapkan dua unit mesin untuk Kecamatan Bumi Raya dan Kecamatan Wita Ponda yang akan ditempatkan di Kantor PLN Bahoruru.
“Namun, masyarakat saat ini tidak banyak yang tahu, bahkan ada indikasi provokasi, apalagi menjelang Pilkada Bupati. Saya melihat Pj Bupati Rachmansyah sangat konsen dan dapat merealisasikan kebutuhan kelistrikan di Morowali ketimbang pemimpin sebelumnya,” tandas Aminudin.
Aminudin menegaskan bahwa urusan PLN sebenarnya bukan urusan bupati. Namun, sebagai kepala pemerintahan, Pj Bupati Rachmansyah punya kewajiban untuk menjawab kebutuhan masyarakatnya.
“Ini salah satu bentuk komitmen Pj Bupati Rachmansyah kepada masyarakatnya. Justru kalau saya melihat fenomena kelistrikan di Morowali, ada indikasi kuat pihak PLN sedang memainkan daya listrik yang seyogyanya diperuntukkan buat masyarakat, tapi kemudian dikomersialkan ke beberapa perusahaan seperti PT. Tamaco,” papar Aminudin.
Aminudin berharap agar melalui Forkopimda Kabupaten Morowali, segera memanggil pihak PLN Morowali untuk mengetahui secara jelas masalah yang sebenarnya terjadi terkait kurang maksimalnya ketersediaan arus listrik di Morowali.































