SIGI – Sterilisasi sejumlah area saat pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Sigi memicu keluhan dari sejumlah wartawan yang melakukan peliputan, Minggu malam (7/6/2026).
MTQ XXXI yang dibuka Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati dan wali kota, anggota DPRD, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, alim ulama, tokoh agama, dewan hakim, serta masyarakat.
Sejumlah jurnalis dari media cetak, daring, dan elektronik turut meliput kegiatan tersebut. Namun dalam pelaksanaannya, beberapa wartawan mengaku mengalami kendala saat mengambil gambar di sekitar lokasi acara akibat penertiban yang dilakukan petugas.
Menurut sejumlah wartawan yang berada di lokasi, mereka memahami kebutuhan pengamanan dan sterilisasi area selama kegiatan berlangsung. Meski demikian, mereka menilai akses peliputan perlu tetap tersedia agar proses dokumentasi dapat dilakukan tanpa mengganggu jalannya acara.
Selain persoalan akses, sejumlah wartawan juga menyoroti belum tersedianya area atau stan khusus media. Padahal, berdasarkan informasi yang mereka peroleh sebelumnya, fasilitas tersebut disebut akan disiapkan untuk mendukung peliputan kegiatan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sigi, Ambar, mengatakan petugas di lapangan menjalankan tugas berdasarkan arahan panitia pelaksana terkait pengamanan dan sterilisasi area tertentu.
“Kami menjalankan petunjuk yang diberikan oleh panitia terkait area-area yang harus disterilkan, terutama di depan panggung utama agar tidak ada lalu lalang orang dan kegiatan dapat berlangsung tertib,” kata Ambar saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran jalannya acara.
Ambar juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan tugas terdapat tindakan anggota yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
“Apabila ada anggota saya yang dalam pelaksanaan tugas melakukan tindakan yang dianggap sebagai pengusiran atau menyinggung perasaan teman-teman wartawan yang sedang melaksanakan peliputan, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Keluhan mengenai akses peliputan dan belum tersedianya fasilitas media menjadi catatan yang mengemuka dalam pembukaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Sigi.
