Donggala – Calon Wakil Bupati Donggala, Abd Rasyid, yang merupakan bagian dari pasangan SARARA, berpamitan kepada kedua orang tuanya, Ramli Semauna dan Tangkung Kindo Lamarauna, pada Kamis, 29 Agustus 2024, di Kelurahan Maleni, Kecamatan Banawa.
Pamitan ini dilakukan untuk meminta restu sebelum melanjutkan proses pendaftaran sebagai calon wakil bupati di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Donggala.
Abd Rasyid, yang dikenal sebagai politisi berkacamata, tiba di kediaman orang tuanya sekitar pukul 10.00 WITA, didampingi oleh istrinya, Fitria.
Suasana penuh haru mengiringi pertemuan antara Abd Rasyid dan kedua orang tuanya.
Dalam momen yang penuh emosi tersebut, Abd Rasyid meminta doa dan restu agar proses pendaftarannya berjalan lancar tanpa hambatan.
“Bapa, mama, saya meminta doanya agar perjalanan pendaftaran di KPU Donggala berjalan lancar, tanpa ada hambatan. Doakan anakmu ini berikhtiar untuk menjadi pemimpin Donggala,” ucap Abd Rasyid sambil mencium tangan ibunya, Tangkung Kindo Lamarauna.
Tangkung Kindo Lamarauna, yang tak kuasa menahan air mata, dengan penuh kasih memberikan restunya.
“Bismillah nak, mama dan bapa mendukung. Insya Allah, jika Allah meridhoi, jemput takdirmu sebagai pemimpin Donggala,” ujarnya sambil menyeka air mata yang membasahi pipinya.
Setelah mendapat restu dari kedua orang tuanya, Abd Rasyid, yang mengenakan seragam putih, bersama istrinya melanjutkan perjalanan menuju sekretariat pemenangan SARARA di Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa.
Abd Rasyid merupakan anak kedua dari empat bersaudara, dua perempuan dan dua laki-laki.
Ia mulai mengenal dunia politik saat menempuh studi di Politeknik Makassar, di mana ia aktif dalam organisasi HMI MPO dan kemudian menjadi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang saat itu masih bernama Partai Keadilan (PK).
Ayahnya, Ramli Semauna, adalah perantau asal Bugis, Kabupaten Barru, sedangkan ibunya, Tangkung Kindo Lamarauna, asli Donggala, kelahiran Desa Kola-Kola, Kecamatan Banawa Tengah, dan masih memiliki ikatan darah dengan Lamarauna, raja Banawa.
Sementara itu, calon Bupati SARARA, Dr. Rahmad, sebelum menuju Donggala, menyempatkan diri untuk berziarah dan melaksanakan shalat di makam Guru Tua Alkhairat Palu, menunjukkan komitmennya pada nilai-nilai spiritual sebelum memulai perjalanan politiknya.

































