Donggala – Pasangan Rahmad M. Arsyad dan Abdul Rasyid telah resmi mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Donggala dalam Pilkada 2024.
Mengusung jargon “SARARA” (Sahabat Rahmad-Rasyid), pasangan ini memulai langkah politik mereka dengan menggelar deklarasi dan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Kamis, 29 Agustus 2024.
Dukungan kuat mereka datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Dalam pidato deklarasinya, Rahmad menyampaikan kegelisahan terhadap kondisi Donggala yang masih berkutat dengan masalah kemiskinan.
Ia menegaskan bahwa sudah saatnya Donggala bangkit dan kembali ke masa kejayaannya.
“Bismillah, kami SARARA dengan restu masyarakat Donggala siap maju demi perubahan Donggala. Kami gelisah dengan kondisi Donggala hari ini yang belum keluar dari garis kemiskinan. Sudah saatnya kita bangkit mengembalikan kejayaan Donggala,” ucap Rahmad dengan penuh semangat.
Sebagai bentuk komitmen, pasangan ini telah menyiapkan berbagai program unggulan yang terangkum dalam visi-misi mereka.
Salah satu program utama yang diusung adalah “SARARA Tuntas Belajar dan Bekerja”.
Menurut Rahmad, pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan.
“Angka kemiskinan tidak dapat terlepas dari persoalan pendidikan karena ini menyangkut pola pikir.
Setiap desa di Donggala harus memiliki sarjana, ini janji dan ikrar kami,” tegasnya.
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Rahmad berjanji bahwa pemerintah daerah akan menyediakan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Donggala yang ingin melanjutkan studi, baik di jalur formal maupun vokasional.
Selain itu, untuk lulusan SMA yang ingin langsung bekerja, mereka akan disiapkan lapangan kerja pasca lulus.
SARARA juga memiliki rencana besar untuk mengembangkan ekonomi Donggala melalui konsep “Donggala Berbasis 3 Dimensi Kewilayahan”.
Program ini mencakup pembangunan pusat industri pariwisata maritim dan sejarah dunia di Donggala dan Banawa Bersaudara, serta kawasan industri berbasis pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan (KIDA) di pantai barat.
Tak ketinggalan, kawasan agrowisata akan dikembangkan di Rio Pakava, Pinembani, dan kawasan kebun kopi.
Program lain yang diusung SARARA adalah “Sarara Desa Mandiri Pangan”.
Program ini bertujuan untuk menguatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) melalui pemberian modal usaha.
Bumdes akan diberdayakan untuk menjadi toko tani, toko perikanan, dan kelautan yang menyediakan berbagai kebutuhan dasar, serta menjadi tempat pembelian hasil pertanian dan perikanan.
Selain itu, Rahmad dan Rasyid juga berkomitmen untuk melakukan reformasi birokrasi melalui “Sarara Digital”.
Pelayanan publik dan perizinan akan berbasis aplikasi digital, dengan manajemen ASN yang berorientasi pada kompetensi, kinerja, dan pendidikan birokrasi.
Kesehatan masyarakat juga menjadi fokus SARARA melalui program “Sarara Sehat Sayang Ibu dan Anak”.
Program ini akan menyediakan pelayanan kesehatan gratis, puskesmas berjalan di setiap desa, serta perlindungan gizi bagi ibu hamil dan anak untuk mencegah stunting.
Selain itu, tunjangan pangan akan diberikan kepada janda atau orang tua tunggal.
Infrastruktur juga tak luput dari perhatian pasangan ini. Melalui program “Sarara Tuntas Infrastruktur”, Rahmad dan Rasyid berjanji untuk menyelesaikan infrastruktur dasar seperti akses jalan di wilayah terisolir dan menyediakan transportasi publik bagi wisatawan.
Terakhir, pasangan ini mengusung program “Sarara Bangun Jiwa Donggala” yang berfokus pada pembangunan spiritual dan kreatifitas masyarakat.
Tunjangan rutin akan diberikan kepada imam masjid dan pengelola rumah ibadah, serta mendukung kegiatan kepemudaan dan olahraga melalui alokasi dana desa (ADD) dan bantuan keuangan ke desa.
Dengan visi dan misi yang kuat, Rahmad M. Arsyad dan Abdul Rasyid berharap dapat membawa perubahan signifikan bagi Donggala menuju masa depan yang lebih baik.
