Tiga Titik Api di Alindau Berhasil Dipadamkan, Kodam XXIII/Palaka Wira Pimpin Penanganan Karhutla

DONGGALA — Kodam XXIII/Palaka Wira bersama unsur terkait terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif selama dua hari untuk memastikan seluruh titik api dapat dikendalikan dan tidak meluas hingga akhirnya berhasil dipadamkan seluruhnya pada Kamis (20/8/2026).

Kebakaran yang melanda wilayah Desa Alindau tersebut mencakup area seluas kurang lebih 10 hektare. Dalam penanganannya, personel Kodam XXIII/Palaka Wira bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Polsek Sindue, serta masyarakat setempat. Pemantauan dan penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan deteksi titik api menggunakan drone, pengerahan personel ke lokasi, serta dukungan kendaraan dan peralatan pemadam.

Pada Kamis pagi, personel Yonif TP 873/MM terlebih dahulu melakukan pemantauan menggunakan drone sejak pukul 06.03 WITA. Hasil pemantauan menemukan tiga titik api, masing-masing dua titik di Dusun II dan satu titik di Dusun VI. Setelah apel kesiapan, tim gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman. Hingga siang hari, dua titik api berhasil dipadamkan, sementara satu titik di Dusun VI masih terus diupayakan pemadamannya.

Pada sore harinya, personel Kodim 1306/KP bersama Yonif TP 873/MM dan Brigif TP 30/KN kembali diterjunkan untuk melakukan pemadaman di titik yang masih menyala. Upaya tersebut membuahkan hasil, seluruh titik api di Dusun II dan Dusun VI akhirnya berhasil dipadamkan.

Sebanyak 169 personel terlibat dalam penanganan Karhutla tersebut, terdiri dari 87 personel TNI, 14 personel BPBD, 50 warga masyarakat, 14 personel Damkar, serta 4 personel Polsek Sindue. Penanganan juga didukung mobil Damkar dari TNI dan Pemerintah Daerah Donggala, serta alat pompa punggung.

Kodam XXIII/Palaka Wira menegaskan komitmennya tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memastikan kondisi wilayah tetap aman melalui pemantauan dan pengecekan lanjutan. Setelah seluruh titik api dinyatakan padam, personel kembali ke satuan masing-masing.

Kodam XXIII/Palaka Wira juga menegaskan kesiapsiagaannya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mencegah serta menangani Karhutla, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Sinergi dan kesiapsiagaan bersama menjadi kunci utama dalam mencegah Karhutla meluas serta menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

error: Content is protected !!
Exit mobile version