Simak Infonya Berkebun Dapat Mengurangi Risiko Diabetes, Begini Penjelasan Para Peneliti

Ilustrasi berkebun
Ilustrasi berkebun. (Foto Tribratanews)

Fokus Rakyat — Gaya hidup buruk menjadi penyebab utama diabetes tipe 2, sebuah kondisi yang semakin meningkat di masyarakat modern saat ini.

Namun, kabar baik datang dari penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa melakukan tiga aktivitas sederhana dapat secara signifikan mengurangi risiko gula darah tinggi dan mencegah diabetes tipe 2.

Penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menyoroti pentingnya aktivitas fisik dalam melawan penyakit yang serius ini. Aktivitas sederhana yang disarankan oleh penelitian ini meliputi berkebun, menari, dan jalan cepat.

Baca juga : Polres Morowali Mengungkap Kasus Pembakaran Bayi yang Mengejutkan, Kejadian Baru Terungkap dari Ibu Kos

Menariknya, risiko diabetes tipe 2 dapat menurun hingga 74% bagi mereka yang melibatkan diri dalam lebih dari satu jam olahraga dalam sehari. Ini menunjukkan betapa pentingnya rutinitas fisik aktif dalam menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyakit yang mematikan.

Tidak hanya itu, penelitian juga menemukan bahwa aktivitas fisik dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 bahkan pada individu yang secara genetik rentan terhadap kondisi tersebut.

Baca juga : Ketegangan Meningkat di Desa Marana akibat Rencana Penurunan Baliho

Dalam hal ini, aktivitas sedang hingga berat seperti jalan cepat, berkebun, berlari, menari aerobik, bersepeda menanjak, dan berkebun yang berat memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan risiko penyakit.

Para peneliti menekankan pentingnya mempromosikan aktivitas fisik tinggi sebagai strategi utama pencegahan diabetes tipe 2. Dalam penelitian ini, aktivitas fisik dijelaskan sebagai gerakan yang membuat seseorang berkeringat dan sedikit terengah-engah, serta gerakan yang membuat seseorang kehabisan napas.

Baca juga : Pelantikan PNS Kejati Sulteg, Kajati Mengingatkan Jaga Perbuatan dapat Mencoreng Marwah Institusi

Dr. Susan Luo, penulis utama penelitian ini, menjelaskan, “Saya sangat senang bisa membagikan hasil penelitian kami kepada khalayak luas agar masyarakat tahu bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan kesehatan, terutama bagi orang-orang dengan risiko genetik tinggi. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2, atau bahkan jika tidak, hari ini adalah hari untuk mulai aktif secara fisik.”

Penemuan menarik lainnya adalah bahwa penelitian ini merupakan yang pertama kali menunjukkan bahwa risiko genetik diabetes tipe 2 dapat dikurangi melalui olahraga.

Hal ini memberikan harapan baru bagi individu yang mungkin memiliki risiko genetik tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2.

Dalam penelitian ini, tim peneliti mengamati 59.325 orang dewasa dari UK Biobank selama tujuh tahun. Partisipan penelitian mengenakan akselerometer di pergelangan tangan untuk melacak aktivitas fisik mereka.

Dengan demikian, penelitian ini memberikan dukungan kuat terhadap pentingnya menjaga gaya hidup aktif dan melakukan aktivitas fisik sebagai langkah pencegahan utama dalam mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Dalam era modern yang serba sibuk, mengambil waktu untuk berkebun, menari, atau jalan cepat dapat menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam melindungi kesehatan tubuh dan mencegah penyakit yang serius.

Tim peneliti menyebut mereka yang melakukan lebih dari satu jam olahraga ringan hingga berat dalam sehari memiliki risiko 74 persen lebih rendah terhadap kondisi tersebut. Terlebih, risiko penyakit gula darah bahkan menurun pada mereka yang secara genetik rentan.

Bahkan, kerentanan mereka turun lebih jauh dibandingkan dengan individu dengan risiko genetik rendah yang tidak aktif. Penulis senior, Prof. Melody Ding dari Universitas Sydney mengatakan, setiap individu tak dapat mengendalikan risiko genetik dan riwayat keluarga.

“Tetapi temuan ini memberi kabar menjanjikan bahwa melalui gaya hidup aktif, seseorang dapat melawan sebagian besar risiko diabetes tipe 2 yang berlebihan,” ujar Prof. Ding dikutip dari laman Express dan Tribratanews, Jumat (9/6/23).

Dengan mengamati 59.325 orang dewasa dari UK Biobank, tim peneliti Australia menindaklanjuti para partisipan, yang mengenakan akselerometer di pergelangan tangan untuk melacak aktivitas fisik, hingga tujuh tahun.

Temuan menunjukkan aktivitas sedang hingga berat sangat berpengaruh terhadap risiko diabetes tipe 2. Aktivitas fisik intensitas sedang digambarkan sebagai gerakan yang membuat Anda berkeringat dan sedikit terengah-engah seperti jalan cepat dan berkebun.

Selanjutnya, aktivitas fisik dengan intensitas berat meliputi gerakan yang membuat Anda kehabisan napas. Mulai dari berlari, menari aerobik, bersepeda menanjak atau dengan kecepatan tinggi, dan berkebun yang berat seperti menggali.

“Saya sangat senang bisa membagikan hasil penelitian kami kepada khalayak luas agar masyarakat tahu bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan kesehatan, terutama bagi orang-orang dengan risiko genetik tinggi,” jelas penulis utama, Susan Luo.

“Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2, atau bahkan jika tidak, hari ini adalah hari untuk mulai aktif secara fisik,” imbuhnya.

Para peneliti menambahkan temuan ini menunjukkan tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi harus dipromosikan sebagai strategi utama pencegahan. Tak hanya itu, ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan risiko genetik diabetes tipe 2 dapat diatasi dengan olahraga.***

Penulis: FR03Editor: ATARISYAH AZHAR
error: Content is protected !!
Exit mobile version