KAPOLDA
Berita  

Rencana Pembangunan Lanjutan Jalan dan Jembatan pada Ruas Lalos – Sabang Menuai Sorotan

ruas lalos - sabang
Pembangunan lanjutan jalan ruas Lalos - Sabang, yang menuju Villa Alfyry.

Tolitoli, Fokus Rakyat — Rencana pembangunan lanjutan jalan dan jembatan pada ruas Lalos – Sabang, kecamatan Galang, kabupaten Tolitoli, yang menelan anggaran kurang lebih Rp1,5 miliar tahun 2023, menuai sorotan warga dan aktifis LSM.

Diketahui proyek pembangunan jalan ruas Lalos – Sabang, merupakan pembangunan lanjutan yang sebelumnya telah dikerjakan tahun 2022 silam, dengan pagu anggaran kurang lebih Rp1 Miliar.

Ahmad Bombang, ketua LSM Bumi Bhakti, kepada wartawan media ini, menyampaikan, jika melihat sisi asas manfaatnya cenderung masih banyak jalan yang tentunya dijadikan skala prioritas dan asas manfaatnya lebih besar.

“Bicara skala prioritas, masih banyak jalan – jalan yang ada di daerah ini, perlu perhatian khusus oleh pemerintah, seperti jalan di kecamatan – kecamatan yang terbilang rusak parah, yang tentu dari segi asas manfaatnya lebih besar,” Ujarnya.

Sedangkan kata dia, terkait pembangunan jalan pada ruas Lalos – Sabang itu, menurut Ahmad tidak menjadi masalah asalkan memperhitungkan dan lebih mempertimbangkan asas manfaat yang lebih besar kepada masyarakat atau tidak.

Baca juga : Timnas Indonesia Akan Bersaing dengan Juara Piala Dunia Argentina dalam Pertandingan Uji Coba yang Bergengsi

“Jangan kemudian dalam merencenakan sesuatu karena kepentingan pribadi, apalagi memakai dana negara,” Pungkasnya.

Baca juga : Kolaborasi dalam Merawat Anak-Anak Janda Korban Penganiayaan

Dia berharap sebaiknya Pemda dan para legislator yang ada lebih cermat dan teliti untuk melakukan rencana program pembangunan, bukan hanya itu saja, tentunya di semua sektor sehingga setiap perencanaan manfaatnya dapat menyentuh langsung ke masyarakat.

“Semua perencanaan itu harus matang, sehingga asas manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” Tutupnya.

Baca juga : Kolaborasi dalam Merawat Anak-Anak Janda Korban Penganiayaan

Lain halnya diungkapkan salah seorang warga sebut saja Adris ( 30), yang berdomisili di desa Tinigi, menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap usulan perbaikan salah satu ruas jalan yang telah rusak di desa Tinigi kepada salah seorang anggota dewan. Namun mendengar kabar itu, usulan warga yang menurutnya telah dibahas dalam musrembang ternyata hilang.

“Jangan – jangan dananya dialihkan untuk bangun jalan menuju Villa itu,” katanya sembari mengerutkan dahi memperlihatkan rasa kecewanya.

Ungkapan yang sama dilontarkan salah seorang warga, sebut saja namanya Rasman (60) yang berdomisili di jalan bukit Sumalikat, kepada wartawan media ini, ia menyampaikan, kondisi jalan bukit Sumalikat sudah lama rusak dan tidak kunjung diperbaiki.

“Kurang lebih empat tahun kondisi jalan rusak seperti ini, pada hal masi dalam ibukota dan jalan ini merupakan jalan alternatif tentu Pemda seyogyanya lebih memprioritaskan,” ungkapnya sembari menunjuk jalan yang rusak parah.

Rasman berharap agar Pemda lebih jelih melihat kondisi ini, dan sesegera mungkin melakukan perbaikan.

Pantauan di lapangan terkait kondisi jalan bukit Sumalikat terlihat parah dan sejumlah titik terdapat tumpukan material tanah bercampur batu di atas jalan dan sejumlah genangan air yang dapat merusak jalan.

(Rizal : Tolitoli)

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
Penulis: RizalEditor: Firmansyah
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!