Parigi Moutong – Proyek pekerjaan penambahan ruang Puskesmas Mampu Poned, anggaran tahun 2022, di kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menuai sorotan publik.
Pasalnya, proyek itu diduga belum selesai karena masih dipenuhi sisa material bangunan dan tampak belum dibersihkan.
Adalah pekerjaan penambahan ruang Puskesmas Poned Lambunu 1, lokasi Desa Wanamukti Kecamatan Bolano, nilai kontrak Rp1,4 miliar, sumber dana alokasi khusus (DAK) 2022, anggaran melekat di Satuan Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Parimo dan dikerjakan oleh pelaksana CV. Putri Safira.
Baca juga : Anies Baswedan Sebut AHY Salah Satu Putra Terbaik Bangsa
Dan pekerjaan penambahan ruang Puskesmas Mampu Poned Mepanga, anggaran melekat di satuan kerja Dinas Kesehatan, menggunakan DAK Reguler 2022, dengan nilai kontrak Rp1,4 miliar, yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Bintang Utama.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Ellen Ludia Nelwan, S.Sos. M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Parigi Moutong diminta tanggapan oleh redaksi media baru-baru ini.
Tim redaksi pertanyakan pada proyek ini ditemukan sisa material gedung bangunan berserakan di lokasi pekerjaan?

Olehnya dipertanyakan apakah pembersihan didalam pekerjaan proyek tidak dicantumkan dalam rencana anggaran biaya (RAB), mohon konfirmasinya?
Baca juga : KRAK Minta Kapolda Sulteng Turun Tangan Soal Penganan Tambang Ilegal Mpoa Bulan Jaya
Berdasarkan pemantuan tim redaksi di lokasi pekerjaan di UPTD Puskesmas Lambunu I, ditemukan sisa material pekerjaan baik di depan halaman gedung baru, di samping gedung, dan juga banyak sisa material berserakan di belakang gedung baru tersebut.
Adapun jenis sisa material yang belum dibersihkan itu, diantaranya bekas pemasangan tegel berwarna putih.
Kemudian potongan sisa tegel itu tampak sangat tajam sehingga akan membahayakan warga setempat ketika hendak berobat ke Puskesmas Lambunu I.

Sisa material lain ikut berserakan adalah batu bata merah yang juga tampak belum dibersihkan oleh pihak penyedia jasa.
Baca juga : Roa Jaga Roa Serahkan Bantuan Konsentrator Oksigen ke Desa Toro Kulawi
Begitupun dengan sisa material jenis triplek dan kasibor (Kalsiboard) yang menumpuk merupakan sisa dari pekerjaan plafon bangunan gedung baru tersebut.

Olehnya mohon konfirmasinya apakah proyek ini sudah diserahterimakan 100 persen hasil pekerjaan atau PHO?
Selain itu, tim redaksi kami juga ikut menyoroti pekerjaan drainase pada proyek gedung baru ini?

Karena tembok dalam drainase tampak tidak kena plasteran, sehingga diduga ada pengurangan volume pada proyek tersebut?
Baca juga : Ruas Jalan Kayu Agung Mangkrak, Anggaran Rp6,5 Miliar Diduga Baru 100 Meter Selesai
Disepanjang drainase gedung baru ini, baik tampak dari depan maupun tampak dari sisi kanan gedung sangat jelas tampak kelihatan tembok atau dinding drainase bagian dalam tidak diplaster, mohon konfirmasinya?

Selain itu, tim redaksi media ini juga mempertanyakan paket pekerjaan penambahan ruang Puskesmas Mampu Poned Mepanga, anggaran melekat di satuan kerja Dinas Kesehatan, menggunakan DAK Reguler 2022, dengan nilai kontrak Rp1,4 miliar, yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Bintang Utama.
Adapun ingin dipertanyakan, sisa material pekerjaan baik di depan halaman gedung baru, di samping gedung, dan juga banyak sisa material berserakan di belakang gedung baru tersebut.
Baca juga : Proyek Peningkatan Jalan Petanasugi – Kotanagaya Anggaran 2022 Senilai Rp6,5 Milyar Dikabarkan Terbengkalai?

Selain itu, mutu pekerjaan dinding gedung baru diragukan kualitasnya, karena sejumlah titik mengalami keretakan mohon konfirmasinya?
Pekerjaan tembok atau dinding gedung baru ini ditemukan tim redaksi mengalami keretakan memanjang dari dalam tembus hingga di luar gedung tersebut.

Padahal gedung baru ini notabene baru seumur jagung atau baru rampung dikerjakan tapi kondisinya mulai retak rambut yang memanjang.
Ellen Ludia Nelwan, S.Sos. M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Parigi Moutong diminta tanggapan oleh redaksi media baru-baru ini, mengatakan akan segera koordinasikan dulu.
“Tabe pak nanti saya koordinasikan dulu,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp kepada redaksi media ini.
Namun hingga berita ini ditayangkan orang nomor satu dilingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong itu belum memberikan tanggapan secara keseluruhan terkait sorotan pekerjaan penambahan ruang Puskesmas Mampu Poned tersebut.
(**/Tim Redaksi/Firmansyah)