iklan

KRAK Minta Kapolda Sulteng Turun Tangan Soal Penganan Tambang Ilegal Mpoa Bulan Jaya

harsono
Keterangan : Harsono Bereki, Koordinator Krak Sulteng.
pasang-iklan-anda-disini

Touna – Koalisi Rakyat Anti Korupsi (Krak) Sulteng meminta Kapolda Sulawesi tengah Irjen. Pol. Drs. Rudy Sufahriadi, Turun Tangan Soal Penanganan Kasus Tambang Ilegal Kilometer 47 dan 49.

Hal itu dikarenakan adanya Proses Penanganan Perkara Kasus Tambang Ilegal Kilometer 47 dan 49 yang dinilai Kurang Serius dan Profesional ditangani Oleh Pihak Kepolisian Polres Touna.

PASANG IKLAN

Harsono mengatakan jika di Amati penanganan Perkara Kasus Tambang Ilegal Mpoa banyak yang Janggal,
Mulai dari Penertiban,menetapkan terduga tersangka, hingga barang bukti
dan itu sudah terlihat sejak dari Penertiban Operasi PETI 28/01/2023.

Baca juga : Roa Jaga Roa Serahkan Bantuan Konsentrator Oksigen ke Desa Toro Kulawi

“Banyak kejanggalan dalam penganan kasus ini, hingga pada Barang Bukti,” tutur Harsono ditemui media ini disalah satu warkop, Rabu (1/3).

Seperti tidak ditemukan di Lokasi kilometer 47 dan 49 Aktifitas dari Alat Berat maupun Mobil Trek yang sebelumnya di isukan di duga digunakan di tambang tersebut sambung Harsono.

“Ini yang menjadi pertanyaan kami, jika informasi sebelumnya di lokasi ada alat berat, sekarang dimana alat-alat berat itu, ?” Tanya Harsono.

Baca juga : Ribuan Massa Aksi Banjiri Gedung DPR RI Protes Terhadap Perpu Cipta Kerja

Harsono juga Menambahkan dikabarkan dalam penertiban Tambang Ilegal sebelumnya Pihak gabungan Kejaksaan,Kepolisian dan Pemda berhasil mengamankan 6 orang Pihak pekerja dan beberapa Barang Bukti.

Namun berbeda apa yang di kabarkan saat ini.

“6 orang terduga tersangka informasi kami dapatkan hanya sebagai pekerja,terus siapa yang memperkerjakanya” sambung Harsono.

Harsono juga Menambahkan diketahui sebelumnya identitas tersangka dikabarkan 6 orang ,namun yang ada hanya ada lima identitas Pelaku yang di Release oleh Polres Touna.

Baca juga : Polda Sulteng Nyatakan Tindak Tegas Bagi Debt Collector yang Meresahkan

“Kami baca identitas tersangka hanya ada 5 (orang) terus satu kemana!,Jika informasi yang disampikan dalam Press Release itu keliru artinya Polres Kurang Profesional” tegas Harsono.

Selain itu, Menurut Harsono kejangalan lainya juga terlihat pada Barang Bukti yang di sampaikan Polres ke pihak awak Media , seperti barang bukti 3 unit Mesin Alkon.

Buktinya pada Oprasi peti kami Amati dari Dukument gambar ada 5 unit mesin Alkon yang di amankan pihak Aparat gabungan.

Untuk itu kami berharap Kapolda Sulteng Turun Tangan,agar penanganan tambang mas Ilegal Mpoa ini di tangani secara Positif dan Frofesiona, siapapun yang terlibat harus ditangkap.

“Kami berharap semoga saja dalam kasus ini tidak ada keterlibatan Oknum Aparat sperti TNI/Polri yang turut terlibat atau menjadi Bekingan tambang ilegal Mpoa,”Pungkasnya.

(**/Atar)

iklan kepala
Editor: Firmansyah
pasang iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. MEDIA FIRMANSYAH PERKASA - COPYRIGHT @ 2024
error: Content is protected !!