Polisi Ringkus Sindikat Peredaran Uang Palsu

UANG PALSU
FOTO : Kepolisian berhasil menangkap pria terduga sebagai salah satu sindikat pengedar uang palsu atau UPAL di Barito Selatan. (Borneonews)

BARITO, FOKUS RAKYAT.NET — Kepolisian berhasil menangkap pria terduga sebagai salah satu sindikat pengedar uang palsu atau UPAL di Barito Selatan.

Terduga pelaku berinisial AY, warga Jalan Kaladan, Gang Palapa V, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Pelaku ditangkap di salah satu warung korban pada Jumat (5/5/23) sore.

“Kami telah mengamankan terduga pelaku pengedar uang palsu beserta barang bukti Upal senilai Rp 3,2 juta,” jelas Kapolres Barsel, AKBP Yusfandi Usman, S.I.K., M.I.K., dilansir dari Borneonews, Jumat (12/5/23).

BACA JUGA : KONI Sulteng Dilapor ke Kejaksaan Soal Dana Hibah, KRAK : Diduga Penyaluran tak Sesuai Ketentuan

Kapolres mengungkapkan kronologi kejadian berawal saat terduga pelaku membeli rokok merk Surya 16 menggunakan uang Rp 100 ribu, setelah menerima kembaliannya terduga pelaku langsung pergi. Kemudian korban pergi ke salah satu agen toko untuk membeli stok minuman, namun setelah membayar pemilik agen memberitahukan bahwa uang Rp 100 ribu palsu.

BACA JUGA : Stop Begadang! Inilah Bahaya dan Efek Buruknya

“Pemilik agen toko minuman pun meminta korban menggantikan uang Rp 100 diduga palsu tersebut,” jelasnya lebih lanjut.

Kemudian korban membandingkan uang palsu tersebut dengan yang asli. Korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Barsel. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan.

BACA JUGA : Berkhasiat, Berikut 5 Manfaat Kelapa Muda untuk Tubuh

“Terduga pelaku tidak berkutik saat digeledah ditemukan uang palsu Rp 100 sebanyak 32 lembar atau Rp 3,2 juta,” jelas Kapolres.

Pelaku bersama barang bukti pun langsung diamankan ke Polres Barito Selatan untuk dilakukan pengembangan. Berdasarkan pengakuan, ia memperoleh uang tersebut dari seseorang dengan cara membeli.

BACA JUGA : Pesawat Tergelincir di Bandara Maleo Morowali, Begini Penjelasan Kapolres

“Saat ini kami masih melakukan pengembangan. Kami juga meminta masyarakat untuk melaporkan apabila ada mendapatkan uang palsu ini. Karena semakin banyak yang melapor kita akan mengetahui berapa upal yang beredar,” tutup Kapolres.

Pelaku pun disangkakan dengan pasal 245 KUHPidana tentang menyimpan dan mengedarkan uang palsu, dan pasal 34 ayat 2 UU RI nomor 7/2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.

(***/Tribratanews)

Penulis: ATAREditor: FIRMANSYAH
error: Content is protected !!
Exit mobile version