TOJO UNA-UNA — Gemuruh Piala Dunia 2026 telah berakhir. Namun, atmosfer kebersamaan dan keceriaan yang menyertai perhelatan sepak bola terbesar dunia itu masih terasa di tengah masyarakat Labuan, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Suasana hangat terlihat saat anak-anak dan masyarakat berkumpul dalam sebuah momen kebersamaan bersama halocoko, Official Ice Cream of the FIFA World Cup 2026™.
Anak-anak tampak antusias menikmati es krim, berfoto, serta membawa berbagai atribut bertema sepak bola. Keceriaan mereka menciptakan suasana yang semarak, sekaligus menjadi bagian dari kenangan selama momentum Piala Dunia 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di kios milik Mujida Nursanti, yang berada di Jalan Tj. Api, Labuan, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una.
Bagi masyarakat setempat, momentum Piala Dunia tidak hanya menghadirkan pertandingan dari berbagai negara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dan teman.
Momen sederhana itu memperlihatkan bagaimana sebuah perhelatan olahraga internasional dapat hadir lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Anak-anak memperoleh pengalaman melalui aktivitas bersama, sementara orang dewasa turut menikmati suasana santai di lingkungan sekitar.
Kehadiran halocoko turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Atmosfer Piala Dunia yang sebelumnya dinikmati melalui layar televisi maupun pemberitaan olahraga, terasa lebih dekat melalui interaksi langsung bersama masyarakat.
Meski pertandingan telah selesai, pengalaman yang tercipta selama perhelatan tersebut tetap menjadi kenangan bagi warga. Senyum, foto bersama, hingga kebersamaan anak-anak menjadi bagian dari cerita yang tersisa setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Bagi masyarakat Labuan, sepak bola kali ini bukan hanya tentang hasil pertandingan dan trofi. Ada pula cerita tentang kebersamaan yang tercipta di lingkungan mereka.
Dari Labuan, semangat Piala Dunia meninggalkan sebuah kesan sederhana: pertandingan boleh berakhir, tetapi kebersamaan yang tercipta di tengah masyarakat dapat terus dikenang.
