Pengerjaan 2022, Jalan Lolu – Pombewe Mulai Berlubang dan Retakan

Peningkatan jalan Lolu - Pombewe dikabarkan mengalami kerusakan. (Fokus)

Sigi, Fokusrakyat.net – Pekerjaan proyek peningkatan jalan Lolu – Pombewe dikabarkan mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Diantaranya, sebagian telah berlubang – lubang, dan juga mengalami retakan.

Kerusakan itu, berkisar 2 hingga 5 meter setiap titiknya.

Pekerjaan yang dikerjakan oleh CV. Bangun Konstruksi, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Sigi ini, menuai sorotan, karena umur proyek diperkirakan baru memasuki setahun.

Peningkatan jalan Lolu – Pombewe dikabarkan mengalami kerusakan. (Fokus)

Setelah masa pelaksanaan berakhir tahun 2022, dan juga masa pemeliharaan berakhir tahun 2023.

Peningkatan jalan Lolu – Pombewe dikabarkan mengalami kerusakan. (Fokus)

Proyek senilai Rp6.8 miliar, menggunakan APBD Tahun Anggaran 2022, temuan investigasi mengungkap keraguan terhadap mutu pekerjaan pengaspalan yang dapat berdampak merugikan keberlanjutan proyek dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Ditemukan kondisi jalan berlubang di Desa Pombewe, dengan keretakan memanjang di beberapa titik, bahkan beberapa sudah berlubang.

Pengaspalan jalan juga disoroti karena sisa-sisa bekas pengecoran beton yang dianggap berbahaya bagi pengendara.

Warga setempat mengeluhkan kondisi jalan yang mengalami kerusakan hanya setahun setelah proyek selesai.

Berdasarkan keterangan Warga setempat, kondisi jalan diakui cepat mengalami kerusakan.

Peningkatan jalan Lolu – Pombewe dikabarkan mengalami kerusakan. (Fokus)

Warga berdomisili di desa Pombewe itu menyebut kondisi jalan depan rumahnya sudah pernah ditambal sulam, akan tetapi mengalami retakan lagi dan berlubang lagi.

Warga sepakat menyoroti kondisi jalan yang mengalami kerusakan, padahal umur proyek ini baru memasuki setahun dari tahap pelaksanaan 2022 lalu.

Situasi serupa terjadi di Desa Lolu, di mana kondisi jalan berlubang di Jalan Kihajar kompleks SMAN 1 Sigi menciptakan keprihatinan warga.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Bina Marga, Triono. ST, ditemui di ruanganya, Selasa (24/1), mengatakan kerusakan di jalan itu hanya sebagian kecil saja, tetapi tidak secara keseluruhan.

Dia mengakui bahwa memang masa pemeliharaan telah berakhir, mengingat pekerjaan ini pelaksanaanya tahun 2022 lalu.

Sementara kata dia, ada juga tambahan dari ruas jalan Pombewe sampai Paneki yang telah selesai dikerjakan sekitar 700 meter, ditambah dengan sebagian rabat bahu jalan.

Untuk Jalan Ki Hajar di Desa Lolu, diakuinya tidak masuk dalam proyek peningkatan Lolu – Pombewe, namun yang dikerjakan itu di sepanjang jalan beringin.

Untuk tumpahan semen di beberapa titik di Pombewe, ia juga menyoroti mobil molen yang mengangkut campuran material proyek lain yang merusak aspal jalan.

Senada dengan hal ini, Kadis PU Sigi, Edy Dwi Saputro ST. MSi, saat ditemui di ruanganya kepada media ini, mengatakan akan menginstruksikan untuk segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

Dia mengatakan akan memperbaikinya, dicek dulu baru dperbaiki. Kemungkinan amblas struktur bawah karena kondisi tanah setempat.

Kepala Dinas PU Sigi, Edy Dwi Saputro ST. MSi, menekankan akan adanya instruksi untuk segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

Namun, dia menekankan perlunya pemeriksaan lebih lanjut karena kemungkinan amblas struktur bawah akibat kondisi tanah setempat.

Sementara itu, Adrian. SH, dari LSM NCW (Nusantara Corruptions Watch) Provinsi Sulteng, kepada media ini mengatakan sangat menyayangkan proyek belum lama pengerjaanya tapi kondisinya mulai rusak.

“Disinilah fungsi kontrol sebagai pengawasan kami dari LSM dan wartawan, apakah proyek bersumber dari keuangan negara sudah tepat. Jika pekerjaan baik kita dukung, tapi jika rusak, ya, disoroti demi pembangunan daerah,” ungkap Adrian Ketua NCW Sulteng itu.

Dia juga berharap kepada APH baik jaksa maupun kepolisian untuk aktif melakukan penyelidikan terkait proyek ini.

“Kita mengkritik untuk membangun, ingat bukan merusak tatanan yang ada. Wajar bila proyek diawasi karena menggunakan uang rakyat melalui APBD,” terangnya.

Olehnya, kata dia, jika ia akan segera berkoordinasi dengan APH  untuk turun mengecek proyek ini, dan ia juga bersedia turun ke lokasi pekerjaan, tujuanya demi meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

Peningkatan jalan Lolu – Pombewe dikabarkan mengalami kerusakan. (Fokus)

 

error: Content is protected !!
Exit mobile version