Donggala — Pemda Donggala yang tergabung dalam Tim pengendali Infalsi daerah (TPID) jumat kemarin melaksanakan High level meeting diruang kasiromu kantor bupati Donggala.
High level meeting Pemda Donggala itu juga dihadiri Deputi Bank BI perwakilan Sualwesi Tengah Youtintha Paundra Lenga, Ph.d
“Penganan inflasi urusan wajib seluruh daerah yang ada di Indonesai dibawah kendali mendagri, dan penenangan infalasi di daearah menjadi indikator kinerja para pimpinan daerah Pemda Donggala,” kata Pj Bupati Rifani pakamundi saat menyampaikan sambutannya.
“pimpinan setiap daerah wajib setiap tiga bulan melaporkan perkembangan infalsi di daerah masing-masing ke mendagri”sebutnya lagi.
Olehnya pj berharap kepada TPID agar melakukan langkah strategis dalam menekan inflasi di daerah.
Baca juga : Polisi Periksa Sembilan Saksi Terkait Kasus Terbakarnya Speedboat Cagub Malut Benny Laos
Baca juga : Cagub Anwar Hafid Kampanye di Sinei : Program Berani Menyala Diminati Warga
“ada beberapa hal yang bisa kita lakukan nenekan laju inflasi pemantauan pasar, operasi pasar, sosialisasi kemasyarakat bijak dalam berbelanja, atau bisa juga melakukan kerja sama dengan daerah lain”tuturnya.
Tempat yang sama Sekretaris daerah Rustam effendi menambahakn kabupaten Donggala saat ini berada diperingkat 390 penaganan inflasi.
“Rapat pendahuluan TPID Donggala peringkat 390, muda-mudahan setelah verifikasi angka bisa berubah, karena selama ini pemerintah daerah sudah melakukan intervensi terhadap penaganan Inflasi”bebernya.
Sementara itu perwakilan Deputi Bank Indonesia perwakilan sulawesi tengah Youtintha Paundra Lenga, Ph.d lebih menekankan pada memberikan motifasi kinerja pada tim TPID kabuapten Donggala.
Setelah itu dilanjutkan dengan persemian warkop komoditi inflasi di pasar kelurhan ganti kecamatan Banawa.
