KAPOLDA

Ketegangan Massa Pendemo Memasuki Kantor KPU Tolitoli, Aparat Menghadang

demo
Aparat keamanan memperlihatkan keahliannya dalam menangani situasi sulit seperti yang mungkin terjadi saat Pemilu 2024 mendatang. (RIZAL/FOKUSRAKYAT)

Tolitoli, Fokusrakyat.net — Puluhan massa simpatisan dari salah satu partai baru-baru ini melakukan aksi demo ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tolitoli.

Pendemo menuntut keadilan dalam perhitungan surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dituduh terdapat kecurangan.

Ketegangan melonjak ketika massa pendemo berusaha memasuki halaman Kantor KPU.

Ratusan aparat kepolisian Tolitoli dengan seragam anti huru-hara menghadang mereka. Saling dorong dan pelemparan terjadi, menciptakan situasi kacau di lokasi.

Sebagai respons, aparat kepolisian mengeluarkan mobil Water Cannon dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Namun, ternyata kejadian ini merupakan bagian dari simulasi yang dipertontonkan dalam acara Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2023-2024.

Acara tersebut melibatkan anggota Polres Tolitoli, anggota Brimob, dan anggota TNI, serta Anggota KPU Tolitoli.

Pada simulasi tersebut, aparat keamanan memperlihatkan keahliannya dalam menangani situasi sulit seperti yang mungkin terjadi saat Pemilu 2024 mendatang.

Menurut amanat Kapolri Jendral Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, yang dibacakan Kapolres Tolitoli AKBP Bambang Herkamto, Pemilu 2024 adalah pesta demokrasi terbesar yang menandai kematangan demokrasi Indonesia dan menentukan masa depan bangsa.

Dia menegaskan, Polri, dengan dukungan TNI, kementerian dan lembaga terkait, instansi pemerintah, serta mitra kamtibmas, telah meluncurkan ‘Operasi Mantap Brata Tahun 2023-2024’ yang akan berlangsung selama 222 hari.

Kapolri menegaskan lagi bahwa operasi ini melibatkan 261.695 personel di seluruh Indonesia untuk mengamankan seluruh tahapan Pemilu.

Selain itu, kata dia, Polri telah membentuk pola pengamanan sistem wilayah atau zonasi bagi personel Korps Brimob Polri dan Dalmas Nusantara, serta menyiapkan 2.000 personel Brimob Power on Hand dan 8.500 personel Dalmas Nusantara.

Kapolri juga mengumumkan pelaksanaan ‘Operasi Nusantara Cooling System 2023-2024’ untuk melawan hoaks, isu sara, propaganda, dan kampanye hitam.

Dalam pesannya, Kapolri berharap agar Pemilu dapat berjalan aman, memajukan bangsa, dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Di Tolitoli, Kapolres Bambang Herkamto, menegaskan bahwa situasi keamanan di wilayah kabupaten tersebut masih kondusif.

Dalam Apel Gelar Pasukan, Bambang memaparkan bahwa 1700 personel pengamanan yang terdiri dari anggota TNI, LANAL, dan Brimob telah siap menjaga keamanan saat Pemilu 2024.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Tolitoli Moh Besar Bantilan, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Tolitoli, unsur Forkopimda kabupaten Tolitoli, dan sejumlah tokoh masyarakat.***

 

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!