Proyek Pembangunan Irigasi Gumbasa dengan nama paket Rehabilitations Reconstructons Of Gumbasa Irrigations System (Main Canal BGKn 42 - BGKn 54 1.815 Hektars) dengan nilai kontrak Rp155,2 miliar, kontraktor PT. Nidya Karya, sumber dana LOAN ADB Tahun Anggaran 2023. Melalui BWSS III Palu, Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air. FOTO : DOK. REDAKSI FOKUS RAKYAT/TIM MEDIA
FOKUSRAKYAT.NET, PALU – Proyek pembangunan irigasi bernilai fantastis di Sulawesi Tengah kembali menjadi sorotan publik.
Namun sayangnya, saat hendak dikonfirmasi oleh awak media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu, Dedi Yudha Lesmana, ST., MT., justru terkesan menghindar dan tidak memberi banyak tanggapan.
Pihak media bersama Tim Liputan Sulteng dan perwakilan LSM NCW Provinsi Sulteng telah berupaya menghubungi Kabalai BWSS III Palu. Terkait proyek Rehabilitation & Reconstruction of Gumbasa Irrigation System (Main Canal BGKn 42 – BGKn 54 seluas 1.815 hektare). Proyek tersebut memiliki nilai kontrak fantastis, yakni Rp155,2 miliar, dikerjakan oleh PT. Nindya Karya, dan didanai dari LOAN ADB Tahun Anggaran 2023.
Namun, konfirmasi yang dilayangkan tak mendapat respons banyak. Hingga memunculkan dugaan publik bahwa pejabat terkait enggan terbuka atas kondisi proyek yang kini menuai kritik.
Dari pantauan langsung di lapangan, proyek irigasi Gumbasa yang rampung sekitar Maret 2025 ditemukan mengalami retakan memanjang pada dinding beton.
Sebagian beton bahkan tampak keropos, memunculkan dugaan bahwa mutu material dan proses pengerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Proyek Pembangunan Irigasi Gumbasa dengan nama paket Rehabilitations Reconstructons Of Gumbasa Irrigations System (Main Canal BGKn 42 – BGKn 54 1.815 Hektars) dengan nilai kontrak Rp155,2 miliar, kontraktor PT. Nidya Karya, sumber dana LOAN ADB Tahun Anggaran 2023. Melalui BWSS III Palu, Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air. FOTO : DOK. REDAKSI FOKUS RAKYAT/TIM MEDIA
Diduga, campuran beton tidak proporsional, kualitas material rendah, hingga pengawasan konstruksi yang lemah dari pihak BWSS III Palu dan konsultan pengawas.
Tak hanya itu, sejumlah titik irigasi terlihat dipenuhi rumput liar, menandakan kegagalan pemeliharaan meski proyek masih berada dalam masa perawatan.
Proyek Pembangunan Irigasi Gumbasa dengan nama paket Rehabilitations Reconstructons Of Gumbasa Irrigations System (Main Canal BGKn 42 – BGKn 54 1.815 Hektars) dengan nilai kontrak Rp155,2 miliar, kontraktor PT. Nidya Karya, sumber dana LOAN ADB Tahun Anggaran 2023. Melalui BWSS III Palu, Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air. FOTO : DOK. REDAKSI FOKUS RAKYAT/TIM MEDIA
Hal ini mengundang pertanyaan publik soal ketersediaan dana pemeliharaan serta keseriusan kontraktor dalam menjaga fungsi dan estetika bangunan pasca konstruksi.
Dengan nilai proyek mencapai Rp155,2 miliar, publik berhak tahu bagaimana proyek ini dijalankan dan dipertanggungjawabkan. Namun, sikap tutup mulut dari pihak Kabalai BWSS III Palu justru memperkuat kesan negatif, seolah ada yang ingin disembunyikan.
Ketua LSM NCW Sulteng, Adrian, S.H, menyesalkan sikap tidak responsif dari pejabat publik tersebut.
“Kami hanya ingin diskusi terbuka, transparansi itu penting untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaan proyek sebesar ini,” tegasnya.
Proyek Pembangunan Irigasi Gumbasa dengan nama paket Rehabilitations Reconstructons Of Gumbasa Irrigations System (Main Canal BGKn 42 – BGKn 54 1.815 Hektars) dengan nilai kontrak Rp155,2 miliar, kontraktor PT. Nidya Karya, sumber dana LOAN ADB Tahun Anggaran 2023. Melalui BWSS III Palu, Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air. FOTO : DOK. REDAKSI FOKUS RAKYAT/TIM MEDIA
Tim investigasi masih akan terus menelusuri proyek ini, sembari berharap BWSS III Palu dapat membuka ruang dialog dan klarifikasi, bukan sebaliknya. Menghindar dari pertanyaan publik.
Dedi Yudha Lesmana, ST. MT, selaku Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (Kabalai BWSS) III Palu. Dikonfirmasi, terkait Proyek Pembangunan Irigasi Gumbasa dengan nama paket Rehabilitations Reconstructons Of Gumbasa Irrigations System (Main Canal BGKn 42 – BGKn 54 1.815 Hektars) dengan nilai kontrak Rp155,2 miliar, kontraktor PT. Nidya Karya, sumber dana LOAN ADB Tahun Anggaran 2023. Melalui BWSS III Palu, Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air.
Adapun yang ingin kami diskusikan diantaranya :
1. Sejumlah Titik Dinding Bangunan Irigasi Gumbasa ini mengalami kerusakan Patahan Beton atau retakan memanjang pada beton. Retakan memanjang pada beton menandakan mutu kualitas pekerjaan yang tidak baik, mengingat umur proyek belum lama rampung sekitar bulan Maret 2025 lalu. Selain itu beton juga Sebagian keropos.
Proyek Pembangunan Irigasi Gumbasa dengan nama paket Rehabilitations Reconstructons Of Gumbasa Irrigations System (Main Canal BGKn 42 – BGKn 54 1.815 Hektars) dengan nilai kontrak Rp155,2 miliar, kontraktor PT. Nidya Karya, sumber dana LOAN ADB Tahun Anggaran 2023. Melalui BWSS III Palu, Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air. FOTO : DOK. REDAKSI FOKUS RAKYAT/TIM MEDIA
Penyebab patahan beton atau retakan pada beton dinding bangunan irigasi sungai bisa disebabkan :
– Mutu Beton yang Rendah
Kami mengkonfirmasi terkait dengan campuran beton diduga tidak sesuai spesifikasi dimana perbandingan semen dengan air sehingga agregat tidak tepat. Penggunaan material yang tidak berkualitas. Proses pengecoran tidak optimal terlalu banyak air tidak dipadatkan dengan baik. Curing perawatan beton setelah pengecoran tidak dilakukan atau tidak sesuai prosedur.
Proyek Pembangunan Irigasi Gumbasa dengan nama paket Rehabilitations Reconstructons Of Gumbasa Irrigations System (Main Canal BGKn 42 – BGKn 54 1.815 Hektars) dengan nilai kontrak Rp155,2 miliar, kontraktor PT. Nidya Karya, sumber dana LOAN ADB Tahun Anggaran 2023. Melalui BWSS III Palu, Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air. FOTO : DOK. REDAKSI FOKUS RAKYAT/TIM MEDIA
– Diduga Kurangnya Tulangan atau Besi yang Tidak Sesuai
Tulangan (besi beton) yang terlalu sedikit atau tidak sesuai spesifikasi bisa menyebabkan retakan struktural. Kemudian Penempatan tulangan yang salah atau tidak terikat kuat juga menjadi penyebab patahan.
– Kualitas Pelaksanaan Proyek Buruk
Proyek Pembangunan Irigasi Gumbasa dengan nama paket Rehabilitations Reconstructons Of Gumbasa Irrigations System (Main Canal BGKn 42 – BGKn 54 1.815 Hektars) dengan nilai kontrak Rp155,2 miliar, kontraktor PT. Nidya Karya, sumber dana LOAN ADB Tahun Anggaran 2023. Melalui BWSS III Palu, Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air. FOTO : DOK. REDAKSI FOKUS RAKYAT/TIM MEDIA
Diduga Pengawasan yang dilakukan oleh pihak BWSS III Palu Bersama konsultan pengawas tidak ketat selama proses pembangunan. Sehingga Praktik konstruksi tidak sesuai dengan gambar kerja atau spesifikasi teknis.
2. Bangunan irigasi yang dipenuhi rumput menandakan adanya kegagalan dalam sistem pemeliharaan. Pada proyek ini ditemukan sejumlah titik bangunan irigasi gumbasa dipenuhi dengan rerumputan, sehingga menutupi bangunan tersebut.
Proyek Pembangunan Irigasi Gumbasa dengan nama paket Rehabilitations Reconstructons Of Gumbasa Irrigations System (Main Canal BGKn 42 – BGKn 54 1.815 Hektars) dengan nilai kontrak Rp155,2 miliar, kontraktor PT. Nidya Karya, sumber dana LOAN ADB Tahun Anggaran 2023. Melalui BWSS III Palu, Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air. FOTO : DOK. REDAKSI FOKUS RAKYAT/TIM MEDIA
– Tidak Adanya Jadwal Pemeliharaan Rutin
Apakah tidak tersedia program perawatan atau jadwal berkala dari pihak kontraktor sebagai penyedia jasa di masa pemeliharaan?
Apakah ada dana pemeliharaan yang tersedia untuk digunakan sesuai peruntukan melalukan pembersihan rumput liar?
Aliran air menjadi terhambat, debit air menurun. Struktur bangunan tertutup tanaman dan mengalami kerusakan lebih cepat. Menurunkan efektivitas dan fungsi irigasi bagi pertanian.
Namun, Dedi Yudha Lesmana, ST. MT, selaku Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (Kabalai BWSS) III Palu, yang dihubungi wartawan media ini, tidak memberi banyak tanggapan, atau terkesan menghindari wartawan.
Dikonfirmasi, terkait Proyek Pembangunan Irigasi Gumbasa dengan nama paket Rehabilitations Reconstructons Of Gumbasa Irrigations System (Main Canal BGKn 42 – BGKn 54 1.815 Hektars) dengan nilai kontrak Rp155,2 miliar, kontraktor PT. Nidya Karya, sumber dana LOAN ADB Tahun Anggaran 2023. Melalui BWSS III Palu, Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air.
“Ok nanti sy akan minta Kasatker dan PPK. Chek di Lapangan terkait Laporan tersebut,” ungkapnya kepada wartawan media ini, Rabu, 18 Juni 2025.
“Bapak bisa konfirmasi langsung ke PPK nya saya sdg rapat dg walikota,” pungkasnya.
PARIGI MOUTONG — Pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Ambesia, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi sorotan setelah bangunan yang…
MOROWALI — Kompetisi Berani Cup Volley Ball Putri Morowali 2026 resmi bergulir, menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit unggul olahraga dari tingkat daerah. Mewakili Gubernur…
PARIGI — Langkah hukum terkait gugatan wanprestasi yang ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., kini memasuki tahap formalitas pengajuan perwakilan hukum…
MEDAN | — Proses pemilihan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara periode 2026–2029 menjadi sorotan setelah muncul pertanyaan terkait keterbukaan tahapan seleksi serta…
Palu, Sulawesi Tengah — Semangat kebersamaan dan keceriaan hadir di Kios Joy, yang beralamat di Jl. Lagumba, Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah….
PARIGI MOUTONG — Berkas perkara dugaan penambangan tanpa izin yang melibatkan sembilan orang terdakwa di Desa Karya Mandiri, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, kini…
PALU — Penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di Sulawesi Tengah. Wakil…
JAKARTA — Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia kembali mendapat dukungan kuat dari institusi militer. Kepala Badan Narkotika Nasional…
PALU – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tonakodi menyoroti tajam persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Pertalite serta antrean panjang yang terjadi di…
DONGGALA — Penguatan kelembagaan dan pelayanan keagamaan di Kabupaten Donggala kembali mendapat momentum penting. Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala, Rabu (16/9/2026), dilaksanakan…
PALU – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sulawesi Tengah didorong tidak sekadar menjadi wadah kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi mampu menjadi penggerak potensi lokal sekaligus memperkuat…
Parigi Moutong — Sejumlah karyawan yang bekerja dalam pekerjaan ketenagalistrikan di lingkungan PT PLN mempertanyakan kepastian status hubungan kerja mereka setelah bertahun-tahun menjalani kontrak dengan…
MOROWALI — Suasana meriah dan penuh kehangatan menyelimuti pelataran Alun-Alun Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Morowali, Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa (15/9/2026) malam. Ribuan warga…
PALU — Pembangunan gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulawesi Tengah yang dikerjakan oleh PT Panca Jaya Anugrah dengan nilai kontrak mencapai Rp23 miliar,…
PALU — Menyambut peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang jatuh setiap 22 September, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tengah menggelar kegiatan sosial kemanusiaan…
MOROWALI — Pembangunan dan investasi di daerah harus tetap berjalan, namun tidak boleh sekecil apa pun mengorbankan hak dan kepentingan masyarakat. Prinsip tegas itu kembali…