Jembatan Penghubung Desa Pantolobete Terlupakan, Warga Menantikan Perhatian Pemerintah

Desa Pantolobete
Dalam sebuah potret yang menggambarkan kerusakan jembatan, masyarakat setempat menyoroti masalah ini. (Sidik)

Donggala, Fokusrakyat.net — Desa Pantolobete, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Kondisi jembatan penghubung di Desa Pantolobete, Dusun 3, telah mengundang perhatian dan keprihatinan warga setempat.

Jembatan ini menjadi penghubung penting ke desa-desa lain, namun saat ini kondisinya memperihatinkan.

Dalam sebuah potret yang menggambarkan kerusakan jembatan, masyarakat setempat menyoroti masalah ini.

Jembatan yang seharusnya mampu menghubungkan masyarakat dengan sektor pendidikan dan perekonomian masih dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Dalam sebuah potret yang menggambarkan kerusakan jembatan, masyarakat setempat menyoroti masalah ini. (Sidik)

Bahkan, jembatan ini telah menjadi swadaya masyarakat sejak tahun 1995, tetapi hingga saat ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk diperbaiki.

Bukan hanya sebagai penghubung fisik, jembatan ini juga memiliki peran penting dalam menghubungkan kesektor pendidikan di daerah tersebut.

Menurut warga setempat, Bakir, pemerintah desa telah mengusulkan perbaikan jembatan ini kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Donggala sejak tahun 2019, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang signifikan.

Masyarakat di Desa Pantolobete, terutama, merasa bahwa mereka sangat bergantung pada perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah.

Permintaan mereka untuk mendapatkan perbaikan jembatan ini mencakup tingkat pemerintahan mulai dari kabupaten hingga pusat.

Karena daerah ini juga merupakan daerah transmigrasi yang didukung oleh pemerintah pusat, masyarakat berharap bahwa infrastruktur yang baik harus menjadi bagian integral dari perkembangan daerah ini.

Baca juga : Pembiayaan KKN Tematik Penurunan Stunting Untad Mencuat, Diduga Double Sumber Anggaran

Baca juga : Camat Labuan Membawa Gebrakan Pembenahan Pasca Dilantik

Baca juga : Gubernur H.Rusdy Mastura Melepas Atlet Karate Sulteng Menuju Kejuaraan Nasional Pra PON ke-21

Selain sebagai jembatan fisik, jembatan ini juga menjadi penunjang perkembangan ekonomi.

Desa Pantolobete diyakini memiliki potensi untuk menjadi daerah penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di wilayah Donggala dan Provinsi Sulawesi Tengah secara keseluruhan.

Kondisi geografisnya yang subur seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

Dengan semakin mendekatnya perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, masyarakat setempat berharap bahwa momentum ini dapat dijadikan kesempatan untuk mengingatkan pentingnya menjaga kemerdekaan dengan membangun hal-hal positif.

Mereka berharap bahwa perhatian pemerintah akan mengarah pada perbaikan kondisi jembatan dan infrastruktur di Desa Pantolobete, sehingga masyarakat dapat benar-benar menikmati makna kemerdekaan dalam aspek kehidupan sehari-hari mereka.***

error: Content is protected !!
Exit mobile version