Implementasi Program Gubernur Sulteng Berani Tangkap, Kadis Perikanan Donggala Sarankan Perpaduan Berani Tangkap dan Berani Budi Daya

Kadis perikanan : Ali Asegaf. Foto/DOK

Donggala – Belum lama ini Rancangan progrm tahun 2026 telah di bahas dalam bentuk RKPD.

Salah satu RKPD tahun 2026 adalah program pemerintah propinsi Sulawesi tengah Berani tangkap.

Program Berani tangkap harus bisa di implementasikan pemerintah daerah melalui dinas perikanan.

“Sebelum RKPD tahun 2026, kita lihat dulu yang tahun kemarin 2025, apakah ada program lanjutan atau ada yang baru? Ternyata ada program pemerintah propinisi yang kita kenal dengan Berani tangkap, maka dinas perikanan kiblatnya ke propinsi” kata kadis perikanan Ali Asegaf jumat sore kemarin dikantronya (21/3).

“Program Berani tangkap pemerintah propisni di RKPD kemarin disampaikan Bappeda,”tambahnya.

Ali menjelaskan program Berani Tangkap harus bisa diterjemahkan dengan baik, karena jika salah diartikan atau diterjemahkan bisa-bisa target atau sasaran yang ingin dicapai Gubernur disektor perikanan tidak tercapai.

“Berani Tangkap itu banyak terminologinya, kami harus berhati-hati dalam menerjemahkannya, karena sektor perikanan Berani tangkap jika salah menerjemahkan bisa-bisa keinginan Gubernur tidak sampai ke sasaran yang di inginkan”sebut ali.

“Dalam Perikanan hanya 2 roh nya pertama perikanan tangkap dan perikanan budi daya, kementerian kelautan ada direjen tangkap dan dirjen budi daya, komunikasi secara vertikal ke pusat akan ada kendala diperikanan budi daya, karena kementerian dirjen budi daya mengatakan daearah tidak menyikapi program pusat, karena lebih cendrung kegiatan tangkap tidak ada budi daya, dan pasti akan ada ketinggalan program”jelasnya.

Olehnya Ali berharap di program Berani tangkap ini bisa di perpadukan antara Berani tangkap dan berani budi daya.

“Pemerintah propinsi menggunakan nomenklatur tangkap atau berani tangkap, artinya Kalau konteksnya berani tangkap berarti kegiatan hanya cendrung penangkanap ikan, kegiatan eksploitas saja, Sisi lain daratan kita cukup luas potensi perikanan budi daya sangat besar, salah satunya udang ekspor”jelasnya.

“Kalau berani tangkap saja hanya eksploitasi saja, budi daya perikanan harus ada, karena jika tidak ada, bisa bisa target nasional budi daya 3 juta ton tidak tercapai, alangkah baiknya dipadukan berani tangkap dan berani budi daya”tutupnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version