Tolitoli, Fokus Rakyat — Polres Tolitoli intens melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus korupsi Biaya Operasional Kesehatan (BOK) senilai Rp 12 Miliar, pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Tolitoli, yang disalurkan ke Puskemas yang tersebar di kabupaten Tolitoli.
Hal itu dibuktikan, dengan dipanggil dan diperiksanya sebanyak 15 bendahara pada setiap Puskesmas di Tolitoli.
Selain bendahara, PPTK dan PPK ikut diseret, sejumlah orang yang terkait di dalamnya bahkan telah dilakukan pemeriksaan.
Baca juga : Polres Parimo dan TNI Tingkatkan Sinergitas Melalui Olahraga Bersama
Kapolres Tolitoli melalui Kasat Reskrim IPTU Ismail, SH. MH, membenarkan dalam beberapa pekan pihaknya telah memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap orang – orang yang terlibat dalam dugaan kasus BOK tersebut.
“Saat itu kami telah melakukan pemeriksaan 15 bendahara, PPK dan juga PPTK, selain itu terhadap orang yang terlibat di dalamnya,” ungkap Ismail yang akrab disapa Boby saat dikonfirmasi media ini, di ruang kerjanya, Selasa (30/5).
Baca juga : Modus Kenalan di Medsos, Pelaku Curi Motor Pacar Sendiri
Menurut mantan Kasat Reskrim Polres Donggala itu, akan memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap para Kapus (Kepala Puskesmas).
“Setelah pemeriksaan sejumlah bendahara, PPTK dan PPK ini, kami akan memanggil para Kapus. Perkara ini akan kami tuntaskan, hingga menunggu audit dari BPKP,” pungkas Ismail yang didampingi Kanit Tipikor.
Baca juga : Pemuda Ditangkap Diduga Setubuhi Gadis 16 Tahun
Di tempat terpisah, ketua Lakpesdam NU Tolitoli, Fahrul Baramuli, dalam pemberitaan pada media ini menyampaikan apresiasi terhadap pihak Polres Tolitoli yang telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang diduga berkompeten dalam dugaan kasu korupsi dana BOK tersebut.
Fahrul berharap Polres tidak tebang pilih dalam pemeriksaan, siapa pun yang terlibat harus diproses dan tentu mereka berharap kasus ini sampai ke meja hijau.
“Saat ini kami intens mendampingi kasus penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Tolitoli dan kami berharap kasus ini sampai ke meja hijau,” Ungkapnya ditemui saat setelah beranjak dari kantor Polres Tolitoli.
Fahrul, kembali mengingatkan, bahwa ini masalah hajat hidup orang banyak, dana BOK itu kalau tidak tepat sasaran, maka yang terancam itu adalah kesehatan ibu dan bayi kita, masa depan penerus bangsa ini.
Kata dia, sayang, kalau kemudian dana ini malah digunakan ke hal – hal yang tidak substantif dalam penanganan malnutrisi. Hal ini bisa dibuktikan dengan semakin tinggi nya kasus stunting di Tolitoli. Bayangkan saja, 1 kasus stunting itu masuk kejadian luar biasa, apalagi ini kurang lebih sekitar 56 kasus.
“Sangat disayangkan jika ini tidak benar – benar dilakukan,” Tutur Fahrul.
Dia berharap kepada pihak APH, agar kasus ini tidak berlarut – larut, jika indikasinya kuat terhadap penyelewengan dana BOK tersebut, maka Polres segera mungkin menetapkan tersangka. ***
