Kepulauan Sitaro, Fokus Rakyat – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan bahwa Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro telah mengalami 60 kali gempa guguran dalam rentang waktu 1 Mei hingga 17 Mei 2023.
Sejak tanggal 15 Mei 2023, terjadi tujuh kejadian gempa guguran setiap harinya, dan jumlahnya cenderung meningkat.
Pada tanggal 17 Mei 2023, jumlah gempa guguran melonjak menjadi 32 kejadian. Penyebab dari peningkatan aktivitas gempa guguran ini adalah adanya suplai magma yang naik ke permukaan, yang mengakibatkan penambahan material kubah dan ketidakstabilan kubah lava.
Baca juga : KPU Parimo Menerima Pengajuan Kembali Persyaratan Partai Buruh untuk Pemilu Tahun Depan
Dilansir dari Tribratanews, PVMBG telah mengambil tindakan dengan menaikkan status Gunung Karangetang dari waspada level II menjadi siaga level III.
Keputusan ini didasarkan pada peningkatan aktivitas gempa guguran dan adanya suplai magma yang mencapai permukaan.
Status siaga level III mengindikasikan bahwa aktivitas gunung berpotensi meningkat lebih lanjut, dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga : Dugaan Penyimpangan Dana Hibah KONI Kota Palu Mengundang Tuntutan Penyelidikan Hukum
Pergerakan magma ke permukaan dapat menyebabkan erupsi efusif yang berpotensi menghasilkan guguran dan awan panas.
Oleh karena itu, PVMBG terus memantau perkembangan Gunung Karangetang dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan mitigasi bencana dan melindungi masyarakat.
Baca juga : Kisah Cemburu Berujung Tragedi, Pria Bacok Pria Lain dengan Parang
Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya yang dapat timbul akibat aktivitas gunung yang meningkat.
Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau oleh PVMBG, dan informasi terkini akan disampaikan kepada masyarakat secara berkala.***





















