Batik Bomba Tampil Memukau di Jakarta, Tenun Khas Donggala Makin Dilirik Dunia Fashion

BATIK
Batik Bomba, motif tenun ikat khas Donggala, tampil memukau dalam ajang Rehearsal BTN Fashion Week Ronakultura yang digelar di Jakarta. FOTO : DOK. TIM MEDIA BERANI

Jakarta, Fokusrakyat.net – Kain tenun khas Sulawesi Tengah kembali mencuri perhatian di panggung nasional.

Kali ini, Batik Bomba, motif tenun ikat khas Donggala, tampil memukau dalam ajang Rehearsal BTN Fashion Week Ronakultura yang digelar di Jakarta.

Momen ini menjadi bagian dari upaya Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke kancah lebih luas.

Dalam peragaan busana tersebut, Dekranasda Sulteng menggandeng desainer muda berbakat asal Sulteng, Febry Ferry Fabry, yang akrab disapa FFF, untuk menampilkan koleksi bertema “Asmara”, sekaligus merayakan satu dekade eksistensinya di dunia mode.

Ketua Dekranasda Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, hadir langsung memberikan dukungan.

Ia menyampaikan bahwa hadirnya Batik Bomba dalam ajang fashion ibu kota adalah bentuk konkret dari kolaborasi budaya dan industri kreatif.

“Desain Ferry sangat cocok untuk generasi muda. Tenun bisa tampil kasual, bisa dipakai ke mal, nongkrong, atau acara santai lainnya. Ini membuktikan bahwa kain tradisional bisa fleksibel dan fashionable,” ujarnya.

Sry juga menegaskan bahwa Sulawesi Tengah kaya akan ragam kain tradisional dari tenun ikat, tenun supi, hingga motif Bomba yang semuanya memiliki filosofi mendalam dan nilai budaya tinggi.

Dekranasda berkomitmen mendukung promosi kain-kain ini, baik di level nasional maupun internasional.

Ferry, sang desainer, mengungkapkan bahwa koleksi Asmara dirancang untuk menyatukan kesederhanaan, elegansi, dan kebanggaan lokal.

Ia sengaja memilih motif Batik Bomba karena keindahannya yang sarat makna.

“Kami ingin tenun, khususnya motif bomba, tidak hanya dipajang atau disimpan, tapi dikenakan. Kain ini harus hidup. Dan desain kami bertujuan menjadikannya bagian dari gaya hidup masyarakat modern,” jelasnya.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa Batik Bomba bukan hanya simbol budaya, tetapi juga potensi ekonomi kreatif yang terus berkembang.

Dengan sentuhan inovasi, tenun tradisional seperti Bomba kini tampil percaya diri di runway ibu kota—dan siap menuju pentas global.

error: Content is protected !!
Exit mobile version