Palu, Fokusrakyat.net – Peringatan Haul Habib Saggaf bin Muhammad al-Jufri yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Juli 2023, menjadi kontroversi karena adanya hoaks yang disebarkan oleh Ustad Sofyan Lahilote, salah satu penceramah pada acara tersebut.
Ketidakpuasan atas klaim yang dibuat oleh Ustad Sofyan tersebut diungkapkan oleh tokoh muda Alkhairaat, Habib Sadig al-Habsyi. Menurutnya, Ustad Sofyan menyampaikan kisah yang mengandung hoaks selama peringatan Haul Habib Saggaf al-Jufri.
Baca juga : Kepala Desa Ditangkap Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Program Samisade
“Saya menyesalkan adanya hoaks di peringatan Haul Habib Saggaf al-Jufri. Tidak pantas peringatan sakral dikotori oleh hoaks. Pada kesempatan itu, Ustad Sofyan Lahilote menyatakan bahwa nama Sayyid Alwi bin Saggaf atau SAS adalah pemberian dari Guru Tua,” jelas Habib Sadig kepada media pada Selasa (18/7/2023).
Namun, menurut Habib Sadig, pernyataan Ustad Sofyan tersebut justru merupakan pembohongan publik karena tidak sesuai dengan fakta sejarah yang ada.
Baca juga : Pasangan Suami Istri Ditahan Polisi sebagai Penyalur Pekerja Ilegal
“Bagaimana mungkin Guru Tua memberikan nama kepada SAS, padahal Guru Tua wafat pada tahun 1969 sementara SAS baru lahir tiga tahun setelah itu. Keterangan Ustad Sofyan Lahilote jelas merupakan pembohongan dan penyesatan publik,” tegasnya.
Habib Sadig menyadari bahwa ada upaya tertentu untuk membangun citra SAS seolah-olah mewarisi kharisma dari Guru Tua.
Akan tetapi, menurutnya, hal tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara mengarang cerita yang tidak masuk akal dan membohongi masyarakat.
Perkembangan situasi ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk dari kalangan ulama dan tokoh agama lainnya.
Masyarakat pun menuntut klarifikasi dan tanggapan dari Ustad Sofyan terkait dugaan hoaks yang disampaikannya pada peringatan Haul Habib Saggaf al-Jufri.
Pihak berwenang dan lembaga terkait diharapkan segera melakukan penyelidikan terhadap tuduhan pembohongan publik ini dan memastikan kebenaran dari informasi yang disampaikan selama acara peringatan Haul.
Dalam upaya menciptakan masyarakat yang jujur dan berintegritas, penting bagi setiap penceramah untuk menyampaikan informasi yang benar dan berdasarkan fakta sejarah yang terverifikasi.***
