Fokusrakyat.net — Sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology telah mengungkapkan bahwa menyikat gigi secara teratur tidak hanya menjaga kebersihan mulut, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi fungsi otak serta mengurangi risiko demensia.
Penelitian ini menemukan bahwa orang yang menjaga kebersihan gigi dengan baik memiliki lebih banyak neuron di hippocampus, sebuah bagian otak yang berperan penting dalam memori. Dengan kata lain, praktik sederhana seperti menyikat gigi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak kita.
Penyakit gusi dan kehilangan gigi dikaitkan dengan berkurangnya materi abu-abu di otak dan menurunnya kesehatan mental. Materi abu-abu adalah komponen utama dari sistem saraf pusat yang mengandung sel-sel saraf dan berperan penting dalam berbagai fungsi kognitif, termasuk memori, persepsi, dan pemecahan masalah.
Baca juga : IKWI Sulawesi Tengah Merayakan HUT ke-62 dengan Kolaborasi dan Apresiasi
Baca juga : Terkait Proyek Jalan Siboang, Dinas PUPR Donggala Minta Diperbaiki
Baca juga : Mantan Wakil Gubernur Sulteng, Rusli Baco Dg. Palabi, Optimis Meraih Banyak Suara
Dalam penelitian ini, para peneliti mengevaluasi hubungan antara kebersihan gigi dan kesehatan otak pada sekelompok partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang rajin menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut secara umum memiliki hippocampus yang lebih baik secara struktural, yang berarti mereka memiliki potensi memori yang lebih baik dan berkurangnya risiko demensia di masa depan.
Penyakit gusi, seperti periodontitis, dapat menyebabkan peradangan kronis dalam gusi dan jaringan pendukung gigi. Hal ini kemudian dapat mempengaruhi kesehatan otak melalui mekanisme inflamasi dan penyebaran bakteri melalui aliran darah.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan mulut dengan rutin menyikat gigi, membersihkan antara gigi dengan benang gigi, dan mengunjungi dokter gigi secara teratur sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit gusi dan masalah gigi lainnya.
Temuan penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kaitan antara kesehatan mulut dan kesehatan otak. Selain rutin menyikat gigi, perawatan mulut yang komprehensif juga meliputi menjaga pola makan yang sehat, menghindari kebiasaan merokok, dan menghindari konsumsi minuman beralkohol berlebihan.
Dalam upaya mencegah demensia dan menjaga kesehatan otak, menjaga kebersihan gigi dan kesehatan mulut merupakan langkah sederhana namun penting yang dapat diambil oleh setiap individu. Jadi, jangan lupakan menyikat gigi setidaknya dua kali sehari dan kunjungi dokter gigi secara teratur untuk menjaga kesehatan gigi dan otak Anda.
Dilansir dari laman Mirror, Selasa (11/7/23), sejumlah ilmuwan mengatakan kunjungan rutin ke dokter gigi dapat membantu mencegah Alzheimer.
Penulis utama Dr. Satoshi Yamaguchi dari Universitas Tohoku di Jepang menyoroti pentingnya mengevaluasi hubungan potensial antara kehilangan gigi, penyakit gusi, dan demensia.
Studi menyebutkan bahwa kondisi ini dapat memengaruhi area otak untuk berpikir dan mengingat, memberikan alasan lain untuk merawat gigi dengan lebih baik. Mengunyah juga meningkatkan aliran darah dan oksigen ke kepala, dengan kata lain menjaga kesehatan otak.
Adapun partisipan dalam penelitian ini adalah sebanyak 172 orang Jepang dengan usia rata-rata 67 tahun dan tidak memiliki masalah ingatan pada awalnya. Hasilnya bahwa individu dengan penyakit gusi ringan dan gigi yang lebih sedikit, mengalami tingkat penyusutan otak yang lebih cepat di hippocampus kiri, yang penting untuk mengingat kata dan bahasa.
Fenomena yang sama diamati pada mereka yang menderita penyakit gusi parah dan lebih banyak gigi. Penyakit gusi disebabkan oleh peradangan pada jaringan pendukung gigi. Ini memengaruhi sekitar satu dari tujuh orang dewasa. “Studi kami menemukan kondisi ini mungkin berperan dalam kesehatan area otak yang mengontrol pemikiran dan ingatan – memberi orang alasan lain untuk merawat gigi mereka dengan lebih baik,” ungkap Penulis Utama Dr Yamaguchi.***



















