Fokusrakyat.net — Dalam ajaran Islam, rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat yang berperan penting dalam menjaga ketenangan dan keberkahan hidup.
Namun, terdapat sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan rumah tersebut dijauhi oleh Malaikat Rahmat.
Berdasarkan hadits-hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ, ada beberapa faktor yang membuat rumah tidak dimasuki oleh malaikat pembawa rahmat.
Keberadaan benda-benda ini dianggap sebagai penghalang hadirnya rahmat dan berkah Allah di dalam rumah.
Rumah yang dihuni oleh orang dalam keadaan junub, yaitu orang yang belum mandi wajib setelah hadas besar, juga dijauhi oleh Malaikat Rahmat.
Malaikat Rahmat juga tidak akan masuk ke rumah yang penghuninya memutuskan silaturahim atau hubungan kekeluargaan.
Baca juga : Cabup Donggala Rahmad Janjikan Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi
Baca juga : Penunjukan Syarifuddin Hafid Dapat Dukungan Penuh dari Internal Demokrat
Dalam Islam, menjaga hubungan baik dengan keluarga adalah kewajiban, dan memutuskan tali persaudaraan adalah salah satu dosa besar yang menghalangi turunnya rahmat Allah.
Rumah yang jarang disebut nama Allah, seperti dengan dzikir atau shalawat, akan dijauhi oleh malaikat.
Rumah yang digunakan untuk melakukan perbuatan dosa besar, seperti perjudian, minum khamr, syirik, atau tindakan kekejian lainnya, jelas dijauhi oleh Malaikat Rahmat.
Menjaga rumah tetap menjadi tempat yang diberkahi bukan hanya soal kebersihan fisik, tetapi juga kebersihan hati dan perbuatan.
Dengan menghindari perbuatan-perbuatan yang dijauhi oleh malaikat, umat Islam diharapkan bisa menjaga ketenangan, kedamaian, dan keberkahan di dalam rumah mereka.
Dilansir dari islampos.com, RASULULLAH ﷺ menjelaskan dalam banyak hadits tentang rumah-rumah tertentu yang tidak akan dimasuki Malaikat Rahmat.
Mengapa para malaikat tidak akan masuk ke rumah-rumah tersebut?
Di antaranya adalah hadits-hadits berikut ini:
Aku (Abu Thalhah) mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Malaikat (rahmat) tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing dan (atau) gambar patung, (HR. Bukhari).
Dari Abu Thalhah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sesungguhnya malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar,”(HR. Muslim).
Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Malaikat (rahmat) tidak masuk rumah yang padanya terdapat gambar dan anjing serta orang yang junub,” (HR. An Nasa’i, dishahihkan Al Albani).
Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar,” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani).
Berdasarkan hadits-hadits tersebut, ada sejumlah rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat yaitu:
1. Rumah yang di dalamnya ada gambar/lukisan makhluk bernyawa
2. Rumah yang di dalamnya ada anjing.
3. Rumah yang penghuninya junub alias biasa tidak mandi/bersuci dari junub.
4. Rumah yang di dalamnya ada patung.
Selain empat rumah tersebut, dalam buku Rumah yang Tidak Dimasuki oleh Malaikat, Abu Hudzaifah Ibrahim bin Muhammad menambahkan rumah-rumah lainnya yang tidak dimasuki oleh Malaikat Rahmat yaitu:
5. Rumah orang yang memutuskan silaturahim
6. Rumah orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya
7. Rumah orang yang memakan harta anak yatim
8. Rumah orang yang memakan riba
9. Rumah yang di dalamnya tidak disebutkan Asma Allah
10. Rumah yang tidak ada shalawat di dalamnya dan lebih mementingkan hawa nafsu
11. Rumah yang di dalamnya banyak caci maki dan laknat
12. Rumah yang di dalamnya banyak alunan lagu selain dzikir
13. Rumah yang di dalamnya ada lonceng
14. Rumah yang digunakan minum khamr
15. Rumah yang ditempati perjudian dan sajian berhala
16. Rumah yang di dalamnya ada syirik dan mantra-mantra
17. Rumah yang di dalamnya ada bau tidak sedap atau penghuni laki-lakinya melumuri tubuh dengan kunyit
18. Rumah yang penghuninya hidup boros
19. Rumah yang penghuninya terus menerus melakukan kedurhakaan
20. Rumah yang digunakan untuk kekejian, atau dosa besar
