PW IPNU Sumut Desak Kasus Penyerangan Loket Tugu Diungkap, Kanit Pidum Polres Binjai Beri Jawaban

MEDAN|- Kasus dugaan penyerangan yang terjadi di kawasan Loket Simpati Star, Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, mendapat perhatian dari Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Sumatera Utara.

Ketua PW IPNU Sumut,Sarwani Siagian, S.Sos, meminta Polres Binjai segera mengungkap perkara tersebut dan memberikan kepastian mengenai proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Sarwani menyampaikan hal tersebut kepada awak media pada Senin, 24 Agustus 2026

“Dugaan penyerangan tersebut disebut terjadi pada 19 Agustus 2026di sekitar kawasan Loket Simpati Star.

Dalam keterangannya, seorang warga bernama Rido (25)mengaku mengalami luka pada bagian punggung akibat kejadian tersebut. Luka tersebut disebut cukup serius hingga korban harus mendapatkan 19 jahitan.

Sarwani menilai kasus tersebut perlu segera ditangani dan diungkap secara profesional agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami meminta Kapolres Binjai dan jajaran agar bergerak cepat mengungkap kasus ini serta menangkap pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Jangan sampai masyarakat merasa tidak aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Sarwani.

Menurut Sarwani, proses hukum tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah serta berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan kepolisian.

Untuk mengetahui perkembangan penanganan perkara, Sarwani kemudian melakukan konfirmasi kepada Kanit Pidum Satreskrim Polres Binjai, Ipda Jun Fredy Sembiring , melalui pesan WhatsApp pada Senin, 24 Agustus 2026.

Dalam konfirmasi tersebut, Sarwani menanyakan perkembangan penanganan laporan dugaan penyerangan yang terjadi di kawasan Loket Tugu.

Ipda Jun Fredy Sembiring kemudian memberikan jawaban bahwa perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Siap bg, masih tahap penyelidikan ya bg. Kami masih mengumpulkan informasi-informasi tambahan terkait permasalahan ini bg,” demikian jawaban Ipda Jun Fredy Sembiring.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut. Informasi tambahan masih dikumpulkan untuk mengetahui secara lebih jelas rangkaian kejadian serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Ia mengaku saat itu sedang berada di sekitar loket bersama sejumlah rekannya. Menurut pengakuannya, tiba-tiba datang sekelompok orang yang menggunakan satu unit mobil Toyota Calya berwarna putih serta sejumlah sepeda motor.

Rido mengaku kelompok tersebut membawa batu dan senjata tajam serta sebagian menggunakan penutup wajah.

Menurut keterangannya, kelompok tersebut kemudian melakukan penyerangan terhadap dirinya bersama sejumlah rekannya.

“Kami lagi duduk-duduk di loket, Bang. Tiba-tiba datang orang tak dikenal mengendarai mobil putih Calya dan lima sepeda motor dengan membawa batu serta senjata tajam,” kata Rido.

Akibat kejadian tersebut, Rido mengaku mengalami luka pada bagian punggung dan harus mendapatkan 19 jahitan. Sementara salah seorang rekannya disebut mengalami luka pada tangan kanan.

Namun, hingga saat ini, motif dan identitas kelompok yang diduga melakukan penyerangan belum diketahui secara pasti.

Rido juga mengaku bersama rekannya telah melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Binjai, denganNomor:STTLP/B/453/VIII/2026/SPKT/POLRES BINJAI/POLDA SUMATERA UTARA.

Pasca kejadian, personel Unit I Pidum Satreskrim Polres Binjai disebut telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan informasi terkait kejadian.

Langkah tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang sebenarnya.

Sarwani berharap proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian dapat berjalan secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan.

Ia juga meminta agar saksi-saksi yang mengetahui kejadian diperiksa serta bukti-bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut ditelusuri.

Menurutnya, pengungkapan perkara bukan hanya penting bagi korban, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut

“Kami menghormati proses penyelidikan yang sedang dilakukan kepolisian. Masyarakat tentu berharap perkara ini dapat segera menemukan titik terang dan ditangani secara profesional,” katanya.

Sarwani menegaskan pihaknya tidak ingin mendahului proses hukum yang sedang berjalan. Ia berharap kepolisian dapat mengungkap fakta berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh selama penyelidikan.

Hingga berita ini diterbitkan,motif kejadian serta identitas pihak yang diduga terlibat belum diketahui secara pasti.

Polres Binjai melalui Kanit Pidum Satreskrim menyatakan perkara tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan dan pihaknya masih mengumpulkan informasi tambahan.

Dengan demikian, seluruh informasi mengenai pihak yang diduga melakukan penyerangan masih menunggu hasil penyelidikan dan pembuktian dari kepolisian.(BB)

error: Content is protected !!
Exit mobile version