KAPOLDA

Proyek Gedung Poltekes Senilai 11 Miliar Terancam Gagal Rampung

gedung pendidikan
Proyek pembangunan gedung pendidikan Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan Palu Kampus Tolitoli. (RIZAL/ FOKUS RAKYAT)

Tolitoli, Fokusrakyat.net – Proyek pembangunan gedung pendidikan Poltekes Kementerian Kesehatan di Palu, senilai kurang lebih 11 Miliar, yang dikerjakan oleh CV Arya Perdana menghadapi ancaman serius tidak rampung tepat waktu.

Kontrak kerja antara Kementerian Kesehatan di Palu dan CV Arya Perdana telah diputuskan, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Tolitoli terhadap kelanjutan proyek ini.

Proyek yang menarik perhatian masyarakat dengan nilai fantastisnya tersebut menimbulkan spekulasi dan keraguan.

Dalam kontraknya, pihak CV Arya Perdana diharuskan menyelesaikan proyek ini hingga bulan Desember 2023.

Namun, kondisi progres pekerjaan yang baru mencapai 20 persen pada bulan Oktober menimbulkan ketidakpastian.

Salah seorang warga menyatakan keraguannya terhadap kelancaran proyek ini.

“Saya ragu, dengan proyek itu bisa rampung sampai bulan Desember,” ujarnya kepada media ini.

Pihak pengawas teknis lapangan, Iwan, dari CV Arya Perdana mengonfirmasi bahwa progres pekerjaan baru mencapai 20 persen hingga bulan Oktober.

Dia juga mengakui bahwa upah kerja para buruh karyawan belum dibayarkan sepenuhnya.

“Jangankan para tukang, saya sebagai orang yang bekerja di perusahaan ini belum dibayarkan gaji. Sekitar 52 orang tukang yang terbagi dalam dua item pekerjaan struktur dan pekerjaan pagar juga belum dibayarkan. Kami dijanjikan pembayaran hari Jumat ini, tetapi hingga saat ini belum ada kabar,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, kontraktor pelaksana proyek, Yudi, tidak memberikan jawaban atas konfirmasi yang diberikan melalui telepon genggamnya.

Pantauan di lapangan juga menunjukkan ketidakaktifan dan kehampaan, tanpa adanya kegiatan konstruksi yang terlihat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada hasil resmi mengenai presentase progres pekerjaan dari pihak PPK dan Konsultan Pengawas.

Proyek ini sebelumnya telah menerima uang muka sebesar kurang lebih 3 miliar, namun nasib proyek ini masih terkatung-katung tanpa kepastian.***

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!