PARIMO, FOKUS RAKYAT – Belum lama ini dikabarkan sebanyak 5 orang tewas di lokasi Pertambangan Emas Tanpa izin (Peti) di Parigi Moutong, tepatnya di Pegunungan Tagena, Dusun lV, Desa Lobu Moutong, pada Sabtu Sore, 15 April 2023.
Namun pasca kejadian tersebut, lokasi pertambangan yang memakan tumbal sudah di Police Line, menurut Kabid Humas Polda Sulteng, KBP Joko Wienartono, saat dihubungi redaksi media ini, via pesan WhatsApp, Senin lalu, 17 April 2023.
Dari hasil investigasi yang dilakukan awak media ini, tepatnya pada 5 Mei 2023, seperti tak ada kapoknya pihak pengelola tambang mulai beroperasi kembali menggunakan alat berat.
BACA JUGA : Halal Bihalal Dengan Wartawan, Kajati Sulteng Minta Dukungan
Informasi ini diambil dari salah seorang narasumber, yang enggan namanya disebut di dalam pemberitaan.
Namun identitas narasumber itu sudah dikantongi, karena narasumber itu juga mengaku sebagai seorang penambang manual, yang baru – baru ini, telah melakukan aktivitas di lokasi tambang tersebut.
“Hari Rabu tambang Lobu kembali beroperasi, ada alat berat juga beraktivitas, saya dan teman – teman yang lain hanya manual,” ungkap narasumber itu.
Narasumber yang ditemui di kecamatan Moutong itu, mengatakan, di lokasi tambang sana banyak penambang manual juga, dimulai dari bapak – bapak sampai ibu – ibu pun turun langsung menambang.
BACA JUGA : Pengamanan Arus Mudik-Balik Lebaran, Kapolri Sampaikan Ucapkan Terima Kasih ke Jajaran
BACA JUGA : BPJN Sulteng Diminta Memasang Tiang Pengaman Dibibir Jurang Ruas Kebun Kopi
(Suhirman)
