
Fokus Rakyat — Lupa adalah sifat manusiawi yang dialami oleh setiap orang.
Tidak jarang, kita lupa akan hal-hal kecil, seperti meletakkan kunci atau janji yang dibuat.
Namun, dalam pandangan Islam, lupa yang terjadi karena ketidaksengajaan adalah sesuatu yang bisa dimaafkan oleh Allah, bahkan dalam kasus dosa sekalipun.
Insyaallah, Allah akan mengampuni dosa yang dilakukan karena lupa tanpa disengaja.
Namun, yang menjadi perhatian adalah ketika lupa bukan lagi hal yang terjadi sesekali, melainkan telah menjadi kebiasaan yang terjadi terus-menerus.
Dalam kondisi seperti ini, lupa bukan lagi hal yang wajar, melainkan sebuah penyakit yang memerlukan penyembuhan.
Dikutip dari Islampos.com, Kamis pagi, 12 September 2024, Ali bin Khosyrom rahimahullah, seorang ulama terkenal, pernah membahas cara mengatasi lupa.
Beliau menceritakan pengalaman bertanya kepada Waki’, seorang ulama yang dikenal hafalannya luar biasa, tentang cara memperkuat hafalan.
Waki’ menjawab dengan pesan sederhana namun mendalam, yaitu “meninggalkan maksiat.
“Menurut Waki’, kunci dari daya ingat yang kuat adalah menjauhkan diri dari dosa.
Pesan ini menunjukkan bahwa maksiat bisa menjadi penghalang bagi daya ingat manusia.
Jika seseorang sering lupa, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi diri.
Barangkali, ada banyak maksiat yang tanpa disadari telah dilakukan.
Dengan meninggalkan maksiat, Insyaallah, daya ingat akan kembali kuat dan terlindungi.
Wallahu ‘alam



















