FOKUSRAKYAT.NET – PT. PLN (Persero) UP3 Palu mengadakan rapat koordinasi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali.
Untuk membahas wacana penambahan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Bohoruru, Kabupaten Morowali.
Rapat ini berlangsung di ruang rapat perencanaan PT PLN (Persero) UP3 Palu pada Rabu, 15 Mei 2024.
Dalam rapat tersebut, yang terdokumentasi dalam notulen rapat dengan nomor dokumen SMT-APLU-FR-K3L-09-03, terdapat dua pokok pembahasan utama.
Pertama, pembahasan terkait penambahan mesin PLTD dilakukan akibat kondisi kelistrikan di Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya yang sering mengalami penurunan tegangan dan gangguan pemadaman.
Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali mengusulkan penambahan mesin untuk PLN ULP Bungku di PLTD Bahoruru guna memperbaiki sistem kelistrikan di wilayah Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya.
Usulan tersebut mencakup penambahan mesin dengan kapasitas 4 x 1 MW, 2 x 2 MW, atau 8 x 500 kW, dengan rencana pengadaan dan serah terima kepada PLN pada Oktober 2024 mendatang.
Prosedur untuk rencana tersebut melibatkan Pemda Kabupaten Morowali yang akan mengirimkan surat permohonan kepada GM PLN UD Suluttenggo dengan tembusan ke PLN UP3 Palu dan PLN Nusadaya.
Dalam rapat, juga dibahas bahwa suplai listrik terhadap PT Tamaco sebesar 500 kVA telah mempengaruhi kualitas kelistrikan di wilayah Witaponda dan Bumi Raya, sering mengakibatkan gangguan dan penurunan tenaga listrik.
Menanggapi hal ini, PLN UP3 Palu membahas rencana sistem kelistrikan PLN ULP Kolonedale.
Pada Agustus 2024, mesin gardu induk Kolonedale diharapkan sudah dapat beroperasi, sehingga akan memperkuat dan menangani sistem kelistrikan ULP Kolonedale.
Penjabat (Pj) Bupati Morowali, Ir. H.A. Rachmansyah Ismail, menyatakan bahwa dengan beroperasinya gardu induk Kolonedale dan Bungku pada Oktober 2024, diharapkan dapat memperkuat dan memperbaiki kualitas kelistrikan di wilayah Morowali dan Morowali Utara, termasuk di Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya.
“Maka, rencana pengadaan mesin dari Pemda Morowali akan ditindaklanjuti oleh PLN UP3 Palu setelah surat diterima dari Pemda Morowali,” jelas Rachmansyah dalam wawancara melalui aplikasi WhatsApp pada Rabu (15/5/2024).
Rachmansyah menjelaskan bahwa dengan beroperasinya PT Tamaco yang disuplai dari penyulang Bahonsuai dari PLTD Tompira, kualitas kelistrikan di Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya tidak akan terpengaruh.
“PLN UP3 Palu juga akan melakukan evaluasi terhadap pola operasi kelistrikan di wilayah Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya yang sering dikeluhkan masyarakat,” terang Rachmansyah.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kualitas kelistrikan di wilayah Morowali dapat semakin meningkat, mengurangi gangguan, dan memberikan pelayanan listrik yang lebih andal kepada masyarakat.




















