Palu, Fokusrakyat.net – PT. Bumi Karsa segera memperbaiki kerusakan saluran drainase, akibat derasnya hujan beberapa waktu lalu, dan mengakibatkan banjir.
Demikian diungkapkan Hamdani, selaku Manager Project dari PT. Bumi Karsa, sebagai pihak Penyedia Jasa yang menangani Rekonstruksi Jalan Lingkar Dalam Kota Palu 1, saat ditemui Tim Redaksi media ini.
“Pasti diperbaiki dong kerusakanya, karena ini bagian dari tanggungjawab kami sebagai kontraktor,” ungkap Hamdani, yang ditemui di salah satu Cafe di Kota Palu, baru-baru ini.
Untuk diketahui, proyek Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Lingkar Dalam Kota Palu 1, yang dilakukan oleh penyedia jasa PT. Bumi Karsa dengan nilai kontrak mencapai Rp227,5 Miliar.
Dia mengatakan, sangat bersyukur mendapat informasi dari wartawan terkait kerusakan pekerjaanya, karena masih ada waktu untuk memperbaiki.
“Kalau untuk Jalan Soekarno – Hatta retak, karena adanya penurunan tanah exiting akibat banjir beberapa waktu lalu dan sama sekali belum kami aspal. Karena memang lokasi tersebut mau dilakukan peninggian badan jalan,” ungkapnya lagi.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah 3 Provinsi Sulteng, Dian Maulana, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin kemarin (29/1), memberikan tanggapan dengan respon positif dengan segera melakukan perbaikan pada proyek ini.
“Terimakasih infonya dan kami segera instruksikan ke Penyedia Jasa untuk melakukan perbaikan. Saya juga akan meminta Penyedia Jasa berkoordinasi dengan media ini untuk memberikan klarifikasi kerusakan pekerjaan di lapangan,” ungkapnya.
Dian selaku Kasatker PJN Wilayah 3, meminta kepada media ini untuk tidak segan-segan memberi informasi terkait kerusakan proyek ini, karena diakuinya informasi seperti ini dapat membantu tugas pengawasanya.
“Kalau ada yang tidak beres pekerjaan di lapangan, laporkan lagi ke saya. Nanti saya tindaklanjuti, kalau perlu saya perintahkan untuk dibongkar pekerjaan tidak sesuai spesifikasi,” ungkapnya lagi.
Sebelumnya, dalam investigasi yang dilakukan oleh Tim Redaksi media ini, ditemukan bahwa kondisi bangunan drainase menunjukkan tanda-tanda ambruk.
Selain itu, ditemukan bahwa dinding saluran drainase telah roboh, menyebabkan saluran tidak berfungsi dan mulai tertimbun oleh material.
Lantai saluran diketahui bocor-bocor, dan dugaan bahwa lantai saluran tidak diisi dengan batu kosong serta beton lantai terlihat tipis, menjadi perhatian serius.
Dalam hal pengaspalan di Jalan Soekarno – Hatta, Tim Redaksi menemukan bahwa aspal mengangga dengan retakan memanjang.



















