Palu – Menjelang empat hari pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, pasangan nomor urut 2, Dr. Anwar Hafid, M.Si., dan dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., atau dikenal dengan nama BERANI, menjadi target kampanye hitam.
Selebaran berisi fitnah dan tudingan negatif ditemukan tersebar di jalan-jalan di berbagai wilayah, termasuk Luwuk Banggai dan Parigi. Dugaan kuat mengarah pada oknum tidak bertanggung jawab yang mencoba merusak reputasi pasangan BERANI menjelang hari pencoblosan.

Taktik Lama yang Kembali Diulang
Syarifuddin Hafid, adik kandung Anwar Hafid sekaligus Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah, mengungkapkan bahwa taktik serupa pernah terjadi saat Anwar mencalonkan diri sebagai Bupati Morowali 10 tahun lalu.
“Kampanye hitam ini bukan hal baru. Pak Anwar sudah pernah mengalaminya, dan itu tidak memengaruhi dukungan masyarakat. Tapi kami meminta aparat kepolisian dan Bawaslu untuk mengusut pelaku penyebaran selebaran ini,” tegas Syarifuddin.
Ia juga mengkritik isi selebaran yang mencantumkan tulisan “Koran Berani,” sebuah tindakan yang menurutnya konyol karena tim BERANI tidak pernah menerbitkan koran semacam itu.
“Ini jelas permainan kotor yang sangat kentara. Kami akan melaporkan hal ini melalui jalur hukum,” tambahnya.
Langkah Tegas dari Tim Hukum dan Bawaslu
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah, Nasrun, S.H., menyatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan patroli pengawasan sesuai arahan Bawaslu RI untuk mencegah tindakan yang merugikan pasangan calon.
“Jika ada bukti yang cukup, segera laporkan. Kami siap menindaklanjuti dan mengambil langkah hukum,” ujar Nasrun.
Tim hukum pasangan BERANI juga menyatakan akan membawa kasus ini ke ranah hukum agar pelaku diadili sesuai peraturan yang berlaku.
BERANI Tetap Fokus pada Kampanye Positif
Meskipun diserang dengan kampanye hitam, pasangan BERANI tetap optimis dan fokus pada visi misi mereka untuk Sulawesi Tengah. Dr. Anwar Hafid menyatakan bahwa kampanye negatif hanya memperkuat tekad timnya untuk memenangkan hati masyarakat dengan cara-cara yang bermartabat.
“Kami percaya pada kebijaksanaan masyarakat Sulawesi Tengah. Fitnah tidak akan mengubah semangat kami untuk membawa perubahan positif,” ungkap Anwar Hafid.
Pasangan BERANI terus menggalang dukungan dengan pendekatan langsung kepada masyarakat, menawarkan program unggulan seperti Berani Sehat, Berani Cerdas, dan program inovatif lainnya yang menjadi bagian dari visi besar mereka.
Dengan semakin dekatnya hari pemilihan, masyarakat Sulawesi Tengah diharapkan dapat memilih dengan hati nurani dan menolak politik kotor yang tidak mencerminkan semangat demokrasi.































