Palu, fokusrakyat.net – Program indonesia terang untuk Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi dilaunching dan akan menerangi puluhan ribu titik di wilayah yang membutuhkan.
Acara pelaunchingan tersebut digelar, Sabtu (8/7/2023) di gedung Eko Wandowo Jalan Kartini, Kota Palu.
Pemerintah Sulteng mendukung program hibah gratis secara cuma-cuma tersebut untuk masyarakat dan akan berdampak positif pada pembangunan.
Selaku pemegang Kontraktor, Presiden Direktur PT. Herisda Perdana Karya, Heri Sugianto mengungkapkan sejak tahun 2019 desa-desa pedalaman di Sulawesi Tengah telah bermohon ke perusahaannya untuk mendapatkan bantuan tersebut.
Baca juga : Program Indonesia Terang untuk seluruh wilayah Sulawesi Tengah
Baca juga : Kajati Sulteng Cup 1 Turnamen Tenis Bergengsi di Palu
Baca juga : Gerak Cepat BPBD Sulteng Tangani Dampak Bencana di Malei dan Palau
“Tahap pertama ditahun 2019 kita sudah mengantongi 4200 lebih pemohon, saat ini sudah berkembang menjadi 8ribu titik namun ini akan terus bertambah dan kita tetap menerima, sambil berjalan pasti pemohonnya berkembang,” ungkap Heri Sugianto Kepada Media ini pada Sabtu, (8/7/2023).
Nantinya kata Heri sejumlah fasilitas berupa rumah ibadah, sekolah dan daerah yang membutuhkan akan diterangi menggunakan tenaga surya berSNI, namun untuk perawatannya lanjut Heri menggunakan dana desa.
Dia mengungkapkan bahwa instalasi teknologi penerangannya didatangkan langsung dari Korea Selatan.
Kerjasama telah dilakukan pihak pengembang dan akan membangun pabrik produksi besar di Sulawesi Tengah dari mulai Baterai hingga komponen pendukung bahkan program ini membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Sementara itu penggagas program Indonesia Terang Direktur Utama PT. Imza Rizky Jaya (IRJ) Group, Rizayati yang juga selaku Direktur PT. Rumah Indonesia Terang mengatakan sebanyak 20 ribu titik akan diterangi di Provinsi Sulawesi Tengah.
Program nasional yang didukung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ini bersumber dana dari luar negeri dan menggunakan instalasi tenaga surya dari Korea Selatan tanpa melibatkan anggaran Pemerintah Pusat.
“Program ini gratis tidak dipungut biaya, barang siapa yang ketahuan memungut biaya mengatasnamakan perusahaan yang kami percaya hari itu juga kami akan coret,” tegas Rizayanti.
Program Indonesia terang yang telah dilauncing akan menyasar titik-titik yang sebelumnya telah terdata dan akan masuk ke sejumlah desa dan fasilitas umum lainnya.
Dia meminta Pemerintah dan unsur terkait lainnya seperti TNI/Polri mengawasi program ini secara gotong royong agar tepat sasaran.
Perlu diketahui bahwa PT. Imza Rizky Jaya (IRJ) Group sebelumnya menerima permohonan dari PT. Herisda Perdana Karya sejak 2019 silam di Jakarta dan terealisasi 2023 untuk memasukan Sulteng lantaran termasuk wilayah minim penerangan.
Selain program Indonesia Terang yang sebelumnya telah berjalan di berbeda Provinsi pihaknya bahkan memiliki program lainnya seperti UMKM yaitu permodalan tanpa riba.***
[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]
