PALU — Langkah strategis mengangkat nilai tambah hasil bumi Sulawesi Tengah resmi dimulai. Penandatanganan Nota Kesepakatan Kerja Sama Hilirisasi Komoditas Unggulan berlangsung di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Senin (28/9/2026), yang melibatkan KADIN sejumlah kabupaten bersama pengusaha pengolahan produk, Surya Getto. Kerja sama ini menitikberatkan pada empat komoditas andalan daerah: durian, kopi, kelapa, dan kakao.
Surya Getto, yang dikenal sebagai Managing Director di Nusantara King Fruit, memegang peran sentral dalam pengembangan industri hilirisasi ini. Ia adalah lulusan Magister Teknik bidang Administrasi Bisnis dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (2011), dengan rekam jejak memimpin pengolahan dan distribusi durian di Nusantara King Fruit sejak Desember 2023. Sebelumnya, ia juga menjabat Kepala Divisi Hulu di TaniHub Group periode 2021–2022, mengelola rantai pasok dari tingkat petani hingga pasar.
Nota kesepakatan ini menjadi landasan resmi mengubah pola dagang bahan mentah menjadi produk olahan bernilai jual lebih tinggi. Salah satu wujud konkretnya adalah pengembangan produk es krim bermerek “Nambaso” dengan varian rasa durian, kopi, kelapa, dan cokelat — semuanya berbahan baku lokal.
Dokumen tersebut ditandatangani oleh Ketua KADIN Kabupaten Parigi Moutong Faradiba Zaenong, Ketua KADIN Poso Andy Abdi Wahid, Ketua KADIN Morowali Tasrun, serta Ketua KADIN Sigi Harry Ramdhani, bersama Surya Getto. Turut menandatangani langsung Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., yang menegaskan dukungan penuh sekaligus memberikan pengesahan resmi terhadap upaya percepatan ekosistem hilirisasi di daerah.
Berdasarkan kesepakatan, KADIN tingkat kabupaten akan memfasilitasi keterlibatan pelaku usaha, UMKM, petani, serta menjamin kelancaran pasokan bahan baku. Sementara pihak industri bertanggung jawab menyediakan teknologi pengolahan, pengembangan produk, standarisasi mutu, pengemasan, hingga strategi pemasaran dan pembukaan akses pasar baru, baik nasional maupun internasional.
Penandatanganan ini merupakan tahap awal. Selanjutnya akan disusun rencana kerja teknis guna memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, investasi, sertifikasi, hingga persiapan ekspor.
Acara ini juga menjadi bagian dari momentum “Deklarasi Perkarantinaan: Gerakan 1.000 Pengusaha UMKM dari Bumi Tadulako Menuju Pasar Global”. Turut hadir Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, S.T., Kepala Badan Karantina Indonesia H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes., serta Ketua Umum KADIN Sulteng Ir. Gufran Ahmad, S.T., M.T., IPM.
Kerja sama ini menandai perubahan arah pembangunan ekonomi daerah: tidak lagi sekadar menjual komoditas mentah, melainkan membangun produk olahan khas Sulawesi Tengah yang bermerek, bernilai tambah, dan mampu bersaing di kancah dunia.
(Sumber: Rilis Tim Media Gubernur Berani)
(Editor : Suhirman S.Pd)




















