Gula Picu Masalah Kesehatan, Dokter Justru Rekomendasikan Pemanis Ini?

GULA
Gula pasir kerap dianggap sebagai “biang kerok” di balik berbagai masalah kesehatan. FOTO : TRIBRATANEWS

 FOKUSRAKYAT.NET – Gula pasir kerap dianggap sebagai “biang kerok” di balik berbagai masalah kesehatan. Mulai dari lonjakan gula darah hingga penumpukan lemak perut. Di tengah tren hidup sehat dan diet rendah gula. Banyak orang beralih ke pemanis alternatif seperti stevia. Namun ternyata, ada pilihan lain yang kini disebut-sebut lebih aman dan alami.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah asal India, Dr. Alok Chopra, dalam pernyataannya yang dikutip dari Hindustan Times, Rabu (9/7/2025). Justru tidak merekomendasikan stevia sebagai alternatif utama. Sebaliknya, ia menyarankan pemakaian allulosa, pemanis alami yang disebut-sebut tidak menaikkan kadar gula darah dan lebih ramah bagi pengidap diabetes.

Apa itu Allulosa?

Menurut Cleveland Clinic, allulosa adalah jenis gula alami langka yang ditemukan dalam jumlah kecil pada buah ara, kismis, gandum, dan molase.

BACA JUGA : Polisi Ungkap Peredaran Pupuk Palsu, Ribuan Karung Diamankan

Meski tergolong sebagai “gula”, zat ini tidak berkontribusi signifikan terhadap kalori karena sebagian besar langsung dikeluarkan oleh tubuh setelah diserap.

“Allulosa memiliki tingkat kemanisan sekitar 70 persen dari gula biasa, namun tidak menyebabkan lonjakan glukosa,” jelas ahli gizi Anthony DiMarino.

BACA JUGA : Lereng Gunung Bossa Rusak, Drainase Amblas dan Pagar Pembatas Hilang: Sorotan Serius untuk BPJN Sulteng

Allulosa juga memiliki rasa manis yang mirip gula pasir tanpa rasa pahit seperti kebanyakan pemanis buatan.

Hal ini membuatnya semakin populer di kalangan pelaku diet keto, diabetes, maupun masyarakat umum yang ingin mengurangi konsumsi gula.

Lebih Sehat, Tapi Tetap Perlu Batasan

Allulosa telah disetujui penggunaannya oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, serta sejumlah negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Meksiko, dan Singapura. Namun, penggunaannya tetap perlu dibatasi.

BACA JUGA : Diduga Sopir Ngantuk, Truk Muatan Tabrak Kontainer di Jalan Trans Sulawesi

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung atau mual.

Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya gula berlebih, tren konsumsi pemanis alternatif semakin meningkat.

Namun para ahli mengingatkan, gaya hidup sehat tidak hanya soal mengganti gula, tetapi juga soal pola makan menyeluruh dan aktivitas fisik yang seimbang.

BACA JUGA : Sulteng Siap Jadi Poros Logistik Timur Indonesia, Gubernur Anwar Hafid Paparkan Proyek Strategis ke AHY

Kesimpulannya, meski gula masih jadi bagian dari menu harian masyarakat, kini tersedia alternatif yang lebih aman seperti allulosa.

Namun seperti biasa, kunci utamanya tetap pada konsumsi yang bijak dan tidak berlebihan.


error: Content is protected !!
Exit mobile version