Gubernur Sulteng Bagikan Kisah Awal Karir, Dari Pembuat Amplop Hingga Kursi Kepemimpinan

Gubernur
Gubernur Sulteng serahkan SK Pengangkatan CPNS. FOTO : DOK. HUMAS PEMPROV SULTENG

Palu, Fokusrakyat.net – Di hadapan 437 CPNS Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang baru saja menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menyampaikan kisah inspiratif tentang perjalanan karirnya, yang dimulai dari pekerjaan paling sederhana namun dijalani dengan sepenuh hati.

“Saya mulai karir di kantor camat, tugas pertama saya hanya membuat amplop dari kertas bekas,” ujar Anwar Hafid sambil tersenyum mengenang masa-masa awalnya usai lulus dari Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Makassar tahun 1991.

Meski awalnya berharap mendapatkan tugas strategis, Gubernur tidak merasa kecewa.

Justru, pekerjaan ringan itu dijalani tanpa keluhan.

Lambat laun, kepercayaan datang.

Ia dipercaya menjadi juru ketik, pembuat surat, hingga pengantar surat antar dinas.

Dari sanalah etos kerja dan sikap santunnya mulai dikenal luas.

Tak butuh waktu lama, reputasinya mengantarkannya menjadi Kepala Desa Bastem di Kabupaten Luwu.

Meski bertugas di pelosok, ia tak pernah mengeluh atau meminta mutasi.

Ketekunannya justru membuahkan hasil, kesempatan tugas belajar ke Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar untuk menyelesaikan sarjana Ilmu Pemerintahan.

Karirnya pun terus menanjak.

Dari Asisten Pemerintahan di Kabupaten Luwu Timur, Anwar Hafid lalu terjun ke dunia politik dan dipercaya menjadi Bupati Morowali pada 2007.

Kini, ia mengabdi sebagai Gubernur Sulawesi Tengah.

Melalui kisah ini, Gubernur berpesan kepada para CPNS untuk tidak mengukur besar kecilnya pekerjaan, tapi menyelesaikannya secara cepat dan tuntas.

“Saya kerja keras di mana pun, membantu pimpinan saya,” tegasnya, menyuntikkan motivasi kepada para abdi negara baru.

Anwar Hafid juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong karir para ASN berprestasi hingga ke tingkat pusat, terutama mereka yang mampu mengawal program-program strategis daerah seperti BERANI (Bersih, Responsif, Amanah, dan Inovatif).

Ia menutup pesannya dengan mengingatkan pentingnya sikap disiplin, profesionalisme, dan penampilan rapi sebagai cerminan seorang aparatur sipil negara.

“Kalian adalah kekuatan baru untuk membawa birokrasi Sulawesi Tengah yang lebih maju,” pungkasnya penuh semangat.

Penulis: 02Editor: Anatasyah Zila Rahma
error: Content is protected !!
Exit mobile version