Gubernur Anwar Hafid Minta Camat-Kades Petakan Titik Gelap, 113 Wilayah Akan Disambung Listrik

PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., secara khusus memerintahkan seluruh Camat dan Kepala Desa di Sulteng untuk memetakan secara rinci titik-titik lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik PLN. Data tersebut akan menjadi acuan utama pelaksanaan program BERANI Menyala guna mempercepat pemerataan akses listrik di seluruh wilayah.

Perintah itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengadaan dan Pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) Tahun Anggaran 2026 di Gedung Pogombo, Senin (31/8/2026).

“Saya minta Bapak Ibu Camat dan Kepala Desa petakan dengan jelas wilayah mana yang belum dialiri listrik. Semoga tidak ada lagi desa di Sulteng yang tidak masuk jaringan PLN,” tegas Gubernur.

Gubernur mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM dan PLN telah menyepakati pembangunan jaringan listrik untuk 113 titik lokasi di Sulawesi Tengah yang belum terhubung jaringan PLN. Khusus wilayah yang secara geografis sulit dijangkau jaringan kabel, pemerintah akan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya sebagai solusi utama.

“Saya sudah berkomunikasi di tingkat pusat dan kami siap menyiapkan lahan yang dibutuhkan. Kepastian ini saya peroleh setelah bertemu langsung dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia,” jelasnya.

Pada tahun anggaran berjalan, Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah akan memasang 751 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sulteng. Setiap unit dilengkapi panel surya dengan kapasitas bervariasi antara 100 Watt Peak hingga 300 Watt Peak.

Gubernur menekankan bahwa penyinaran jalan dan wilayah bukan sekadar soal fasilitas, melainkan strategi keamanan.

“Kalau kita ingin angka kriminalitas turun, maka terangi wilayah kita. Itu terbukti,” ujarnya kepada para peserta rakor.

Meski pemerintah provinsi sedang melakukan efisiensi anggaran, Gubernur memastikan seluruh program dalam kerangka BERANI tetap berjalan sesuai rencana. Ia meminta sinergi dari tingkat kecamatan hingga desa diperkuat demi mencapai target seluruh wilayah Sulteng teraliri listrik pada tahun 2028.

“Insyaallah Sulteng tuntas 2028. Kami tidak akan berkompromi soal akses listrik bagi rakyat,” pungkasnya.

Kegiatan pembukaan Rakor didampingi Kepala Dinas ESDM Sulteng, Drs. Arfan, M.Si.

 

Sumber(Biro Adpim)

Editor (Suhirman S.Pd)

error: Content is protected !!
Exit mobile version