TOLITOLI – Pemandangan tak sedap terlihat di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tolitoli.
Tumpukan sampah yang menggunung di belakang gedung DPRD serta tumbuhnya rumput liar di sekeliling gedung membuat suasana di sekitar lokasi tampak kumuh dan tak terawat.
Kondisi ini menjadi keluhan bagi pengunjung dan tamu yang datang ke gedung tersebut.
Seorang tamu yang berkunjung ke Gedung DPRD pada Kamis (9/10/2024) menyampaikan rasa kecewanya setelah melihat kondisi halaman belakang yang dipenuhi sampah.
“Astaga, gedung semegah ini kok ada tumpukan sampah yang dibiarkan menumpuk? Ini bisa merusak pemandangan dan jadi sarang nyamuk,” ujarnya.
Dari pantauan di lapangan, selain sampah yang berserakan, rumput dan alang-alang tumbuh subur di depan gedung.
Bahkan, beberapa plafon di dalam gedung mengalami kebocoran, sementara toilet gedung tampak kotor dan berbau.
Kepala Bagian Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Tolitoli, Duding Ponceng, memberikan penjelasan mengenai situasi tersebut.
Blusukan ke Pasar Tradisional Lasoani, Reny Lamadjido Dorong Penguatan Ekonomi Lokal
Timnas Indonesia Siap Hadapi China, Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Adab Mencari Rezeki Halal, Berkah Menurut Ajaran Rasulullah
Ia mengatakan bahwa tumpukan sampah yang berada di belakang gedung merupakan tempat penampungan sementara.
“Sampah di kantor DPRD sebenarnya rutin kami bersihkan setiap minggu, dan Insha Allah Jumat nanti akan kami bersihkan kembali,” jelasnya pada Jumat (11/10/2024).
Terkait dengan rumput yang tumbuh liar, Duding mengakui adanya keterlambatan dalam pemangkasan karena staf sedang sibuk mengurus kegiatan pelantikan anggota DPRD.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa tahun ini tidak ada anggaran khusus untuk pemeliharaan gedung, sehingga segala upaya pembersihan dilakukan menggunakan dana internal.
“Insha Allah pada Jumat bersih nanti, kami akan berupaya membersihkan halaman, meskipun menggunakan biaya sendiri,” tambahnya.
Meski Gedung DPRD tampak megah dari depan, kondisi kumuh di bagian belakang serta permasalahan kebersihan ini menjadi perhatian publik.
Pengunjung berharap agar pihak terkait segera melakukan tindakan agar gedung perwakilan rakyat ini dapat menjadi simbol yang bersih dan terawat.






















